Showing posts with label ilmu dasar. Show all posts
Showing posts with label ilmu dasar. Show all posts

Hubungan Taksonomi dengan Alat Ekskresi

April 08, 2018 Add Comment
Oke yang akan kita bahas kali ini adalah hubungan taksonomi hewan dengan alat ekskresi. Hmm kira-kira diantara kedua hal tersebut ada tidak ya hubungannya. Yuk, kita pecahkan soal ini.
Hayoh, ngerjain PR yah? Wkwkw. Oke yang akan kita bahas kali ini adalah hubungan taksonomi hewan dengan alat ekskresi. Hmm kira-kira diantara kedua hal tersebut ada tidak ya hubungannya. Yuk, kita pecahkan soal ini.

Pertama-tama kita bahas seputar taksonomi terlebih dahulu. Dalam biologi, taksonomi merupakan suatu ilmu yang membahas seputar pengelompokan makhluk hidup berdasarkan anatominya agar mudah untuk dipelajari.

Di kelas X kita pernah belajar yang namanya biodiversitas atau keaneka ragaman hayati, disitu kita dikenalkan akan banyaknya jenis makhluk hidup yang hidup di bumi, khusunya di Indonesia kita tercinta ini. Namun dari semua mekluk hidup itu, terdapat beberapa persamaan dan perbedaan, entah itu kingdom (kerajaan)nya, filumnya, kelasnya, ordonya atau bahkan keluarganya.

Dengan ilmu taksonomi, kemudian makhluk hidup tersebut dikelompokan berdasarkan persamaan-persamaan anatominya yang selanjutnya dipecah lagi dan dijadikan sub-sub kelompok supaya mudah untuk dipelajari oleh setiap orang yang ada di dunia ini.

Misalnya saja kingdom Plantae yang terdiri dari beragam tubuhan, Animalia yang terdiri dari beragam hewan, dan lain-lain. Oke disini kita tekankan pembahasan pada hewan ya.

Kita ambil contoh dari hewan vertebrata (bertulang belakang) agar mudah dipahami. Hewan vertebrata terbagi atas lima kelas yaitu Pisces (ikan), Amfibi, Reptilia (melata/reptil), aves (burung) dan yang paling keren adalah mamalia (menyusui). Ok kita ambil dua kelas saja untuk dianalisis perbedaanya.

Misalkan saja pisces (ikan) dengan Mamalia (menyusui). Pisces terdiri dari berbagai jenis ikan, seperti ikan bandeng, ikan cupang dan masih banyak lagi. Sedangkan Mamalia (menyusui) terdiri dari berbagai hewan yang (hmm mudahnya) perkembangbiakannya dengan cara melahirkan.

Oke, kedua perbedaan ini dibuat berdasarkan ilmu Taksonomi. Nah disini tentunya sudah dapat kita simpulkan dong.
Tapi min itu berdasarkan cara melahrikan, bernafas dan habitat bukan berdasarkan alat ekskresi!!!!

Hmm begitu ya.. coba sekarang mimin tanyakan sama kamu, apakah sistem ekskresi pada hewan pisces (ikan) sama dengan hewan mamalia (melahirkan)?? Pasti jawabannya, tidak. Beda jauh malahan.

Atau, agar lebih signifikan kita bandingkan alat ekskresi kamu (manusia) dengan alat eksresi hewan Insecta (Serangga), perbedaan ini juga berdasarkan ilmu taksonomi.

So bagaimana? Semoga kalian memaca semuanyanya, tidak langsung membaca bagian akhir supaya mengetahui latar belakangnya.
Walah kok berbelit gini min?

Hehehe oke mungkin sekian dulu, jadi kesimpulannya antara alat ekskresi dengan taksonomi hewan memiliki hubungan yang sangat erat. Kesimpulannya lanjutan bisa kamu buat sendiri, selamat belajar.

Kenapa Ada Daun yang Tidak Berwarna Hijau ?

February 10, 2018 Add Comment
Ilustrasi :Pohon berwarna merah atau kuning (tidak hijau)
Sebagian besar tanaman memiliki daun yang berwana hijau standar. Meski begitu tak jarang pula terdapat daun yang memiliki warna selain hijau antara lain tanaman Keladi bintang merah dan sri rejeki yang memiliki daun berwarna merah, tanaman pangkas legistrum yang memiliki daun berwarna kuning dan tanaman lainnya yang memiliki daun selain hijau.

Dengan begitu timbul suatu pertanyaan yang berbunyi “mengapa ada daun yang tidak berwarna hijau?”. sebelum kita bahas lebih lanjut alangkah baiknya kita mengetahui dahulu apa yang menyebabkan daun pada umunya memiliki warna hijau. Setiap makhluk hidup tersusun atas kumpulan-kumpulan sel. Sel adalah unit terkecil penyusun seluruh makhluk hidup. Jika kita mendirikan sebuah bangunan, sel diibaratkan sebutir debu yang terdapat pada pasir yang kita gunakan untuk membangun bangunan yang kita harapkan.
Baca Juga: Seberapa Panjang Rambu Kita Dapat Tumbuh ?
Dalam tumbuhan terdapat sel yang bernama kloroplas. Kloroplas merupakan salah satu bentuk plastid. Plastid adalah organel yang terbungkus oleh dua lapis membran dan mengandung pigmen yang sebagian besar merupakan klorofil atau zat hijau daun. Klorofil adalah zat hijau daun yang berperan penting dalam proses fotosintesis.

Jadi itu mengapa mayoritas tumbuh-tumbuhan memiliki daun yang berwarna hijau. Tapi mengapa ada tumbuhan yang memiliki daun yang berwarna bukan hijau?

Sel pada makhluk hidup juga memiliki struktur penyusun yang disebut organel sel. Pada sel tumbuhan terdapat organel sel yang bernama plastida. Pada sel tubuhan plastida terdiri dari 3 macam, antara lain Kromoplas, Leukoplas dan Kloroplas. Yang menyebabkan ada tumbuhan yang daunnya tidak berwarna hijau adalah pigmen kromoplas pada daun.
Baca Juga : Dua Manfaat Babi
Kromoplas, adalah plastida yang menghasilkan warna non fotosintesis yaitu warna kuning, jingga, merah dan lain sebagainya. Pada tumbuhan, umumnya pigmen Kromoplas ini terdapat pada buah, biji ataupun bunga yang dihasilkan oleh tumbuhan itu.

Meskipun begitu tak jarang pula ada tumbuhan yang memendam pegmen ini pada bagian daun. Kromoplas juga dibeadakan menjadi 6 macam berdasarkan warna yang dihasilkan, antara lain :
  • Karotin     : Berwarna merah-jingga, misalnya pada wortel
  • Xantofil    : Berwarna kuning pada daun yang tua
  • Fikosantin : Berwarna coklat pada ganggang Phaeophyta
  • Fikosianin : Berwarna biru pada ganggang cyanophyta
  • Fikoeritrin : Berwarna merah pada sri rejeki
  • Antosianin : Berwarna warna merah-ungu sampai kuning pada bunga
Warna daun pada tumbuhan juga dapat berubah oleh pengaruh derajat keasaman (pH) pada lingkungan sekitar. Semakin rendah tingkat phHnya (asam) maka, akan muncul warna merah, sebaliknya semakin tinggi tingkat pHnya (basa) maka, akan muncul warna biru pada daun.

Kenapa Golongan Darah Berbeda-beda?

January 30, 2018 Add Comment
Macam atau Jenis Golong Darah
Pernah nggak sih kepikiran kenapa ada istilah golongan darah dan kenapa juga sih golongan darah kita ini berbeda-beda? padahal secara garis besar warnanya sama "merah". Nah, Kali ini Author akan menjawab pertanyaan seputar perbedaan golongan darah. Sebelum, mengulas lebih jauh, alangkah baiknya kita mengetahui apa sih darah itu? Darah adalah sebuah jaringan ikat yang memiliki peran penting menjaga keseimbangan tubuh.

Selain berfungsi sebagai wahana transportasi O2 (oksigen), CO2 (karbon dioksida), darah juga berperan sebagai jaringan pengikat antara jaringan yang satu dengan jaringan yang lainnya, dimana darah berperan penting sebagai alat stabilitas atau keseimbangan tubuh manusia.

Sebelum abad ke-20 manusia beranggapan bahwa setiap darah yang dimiliki oleh manusia itu sama. Akibatnya, banyak orang yang meninggal akibat transfusi darah yang tidak sesuai. Kemudian, pada tahun 1900, Karl Landsteiner, seorang ahli imunologi dan patologi bersama dengan temannya mencoba mengulas permasalahan tersebut dan melakukan riset dengan hasil penggolongan darah pada manusia dengan menggolongkan darah menjadi 4 macam yaitu A,B,AB dan O.

Penggolongan darah tersebut, didasarkan pada keberadaan zat aglunitin (zat anti) yang terdapat di dalam eritrosit (sel darah merah), tepatnya di dalam serum darah yang dapat mempengaruhi proses aglutinasi dan adanya aglutinogen (anti gen) yang berfungsi sebagai anti gen dalam darah. Aglutinin adalah zat antibodi yang akan menggumpalkan zat asing berupa racun, virus bahkan antigen asing (darah pendonor) yang ditermima oleh penerima darah.

Antibody atau sistem imun tersebut, akan mengscan atau membaca antigen yang ada di darah kita. Jika antibody menemukan sel darah yang memiliki sifat berbeda dengan sel darah asli kita, maka antibody akan menganggap objek tersebut sebagai objek berbahaya dan akan melawannya.

Akibatnya, terjadi penggumpalan eritrosit (sel darah merah) dari pendonor di dalam pembuluh darah penerima (resipien). Yang nantinya akan berakibat fatal bagi tubuh si resipen (penerima). Jika terjadi penggumpalan melebihi ambang batas dapat menyebabkan kematian. Intinya, di dalam setiap tetes darah, terdapat sebuah sistem keamanan yang dijaga ketat oleh bodyguard yang siap menghancurkan orang asing yang dianggap sebagai penyusup.

Sebenarnya golongan darah bukan hanya ABO. Penggolongan darah pada manusia juga dipengaruhi oleh system Rh (Sistem Rhesus) yaitu dengan memperhatikan ada atau tidaknya aglutinogen Rhesus dalam eritrosit. Individu yang eritrosit mengandung aglutinogen Rhesus dikelompokan kedalam Rh+. Begitu pula sebaliknya, individu yang eritrosit tidak mengandung aglutinogen Rhesus dikelompokan kedalam Rh .

Dengan adanya penggolongan darah dengan berdasar pada system Rheusus , golongan darah yang semula dikelompokan menjadi empat macam (A,B,AB,O). Dibagi lagi, sehingga golongan darah pada manusia menjadi 8 macam golongan, yaitu A+,A-,B+B-,AB-,AB+,O+ dan O-.

"Lah Kenapa, sih?"

Perbedaan Rhesus ini juga dapat mempengaruhi kegiatan transfusi, sama seperti system golongan darah ABO. Darah yang memiliki Rhesus negatif (-) tidak bisa menerima darah yang memiliki Rhesus Positif (+), begitu pula sebaliknya.

Jadi kesimpulannya golongan darah pada manusia dibedakan berdasar aglunitin (zat anti) yang apabila terdapat zat asing. Dengan sigap Zat Anti tersebut, akan menghancurkan zat asing yang masuk ke dalam darah, sehingga terjadi penggumpalan di dalam darah.

Nah, dengan begitu jawaban "Kenapa Golongan Darah Berbeda?" sudah terjawab. Dengan jawaban, "Tujuan dari mengelompokan darah menjadi beberapa jenis dimaksudkan untuk memberikan identitas kepada darah suatu individu dan apabila terjadi penyelewengan identitas darah yang diterima oleh si penerima donor, akan menyebabkan kerusakan pada sistem peredaran darah".

Sekian artikel mengenai perbedaan golongan darah pada manusia semoga dapat menambah wawasan sobat In Life.

2 Teori Asal Usul Terbentuknya Alam Semesta

January 30, 2018 Add Comment
Ilustrasi : Terbentuknya Alam Semesta
Semakin berkembangnya zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi juga ikut berkembang secara pesat. Hal ini terbukti dari munculnya berbagai penelitian dan teori-teori ilmiah. Entah itu teori yang menjelaskan seputar anomali suatau zat, makhluk hidup, dan teori ilmiah lainnya. Tidak terkecuali teori seputar pembentukan alam semesta.

Di zaman yang canggih ini, telah tersedia dua teori mengenai "bagaimana terbentuknya alam semesta?" yang sering diperdebatkan oleh para ahli. Teori apa sajakah itu? Nah, kali ini mimin akan mengulas seputar teori prosedur terbentuknya alam semesta.

Seperti yang kita ketahui, jika membahas seputar jagat raya, kita sebagai manusia tidak akan mampu untuk menjangkaunya. Namun, rasa penasaran yang merupakan sifat alami manusia, tanpa sengaja memotivasi manusia untuk mencari tahu mengenai rahasia alam semesta ini. Sehingga, para ilmuan mulai melakukan penelitian-penelitian mengenai pembentukan jagat raya.

Kira-kira bagaimana sih jagat raya ini terbentuk? Saat ini telah ada 2 teori yang menjelaskan terbentuknya jagat raya yaitu "Teori Keadaan Tetap" dan "Teori Big Bang" meskipun teori-teori tersebut awalnya hanya berupa hipotesa, akan tetapi teori-teori tersebut dapat dipertanggung jawabkan keilmiahannya.

Untuk lebih lengkap mengenai teori pembentukan jagat raya, simak ulasan berikut. berikut adalah 2 teori pembentukan alam semesta :
1. Teori “big bang”
    Teori big bang atau disebut juga dengan sebutan teori ledakan besar, ditemukan oleh Abbe Georges Gamow, seorang kosmolog asal belgia pada tahun 1920-an. Menurut Georges Gamow, alam semesta mulanya berasal dari gumpalan berbentuk bola yang sangat panas dan padat, saking panasnya gumpalan tersebut meledak dan hasil ledakan tersebut tersebar ke penjuru alam semesta. Dan hasil dari ledakan tersebut membentuk materi-materi baru berupa planet, asteroid, meteor, dll. Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai teori big bang bisa baca artikel “apa itu teori big bang”. Teori Big Bang merupakan teori induk pembentukan alam semesta, karena teori big bang bisa dibilang teori pembentukan alam semesta yang terbaik dan banyak didukung oleh para ahli sampai saat ini.
2. Teori keadaan tetap
    Meskipun teori big bang merupakan teori yang berpeluang besar mendekati benar mengenai pembentukan alam semesta, tatapi ada teori lain bernama “teori keadaan tetap” yang dilontarkan oleh H. Bondi, T Gold dan F Hoyle, pada tahun 1948 mereka mengusulkan bahwa selama berabad-abad alam semesta selalu dalam keadaan yang sama dan zat hidrogen yang merupakan unsur dasar pembentukan material yang ada di alam semesta berasal dari ketiadaan. Namun teori tersebut bertentangan dengan salah satu hukum dasar fisika yaitu kekalan energi, dimana energy tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan akan tetapi dapat diubah menjadi bentuk energy yang lain.
Dari kedua teori tersebut, teori yang paling baik dan banya didukung oleh para ahli adalah Teori big bang, dimana teori ini juga sudah pernah di buktikan secara ilmiah oleh beberapa ahli. Meskipun begitu, teori big bang bisa saja tersingkirkan oleh teori baru bilamana diperoleh fakta, kejelasan dan bukti lanjutan yang lebih baik.

Sekian ulasan mengenai dua teori pembentukan alam semesta, semoga dapat menambah wawasan pembaca sekalian. Kita sebagaimana manusia memang memiliki keterbatasan untuk mengetahui segala hal yang ada di alam semesta ini.

Materi Ruang Lingkup Biologi

January 08, 2018 Add Comment
Materi : Ruang Lingkup Biologi
Biologi bersal dari kata bios yang berarti hidup dan logos yang berarti pengetahuan. Biologi adalah Ilmu yang merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan alam yang mengkaji segala sesuatu tentang makhluk hidup dan kehidupannya ini. Ciri-ciri ilmu biologi sebagai ilmu salah satu ilmu pengetahuan adalah ilmu biologi mengkaji berbagai persoalan yang berkaitan dengan tingkat organisasi kehidupan mulai dari yang terkecil hingga yang kompleks dengan urutan mulai dari molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, organisme, populasi, komunitas, ekosistem, bioma dan terakhir adalah biosfer. dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup biologi meluputi seluruh makhluk hidup yang ada di muka bumi.

Objek kajian biologi

biologi adalah ilmu yang mengkaji semua persoalan seputar makhluk hidup, pada mulanya makhluk hidup diklasifikasikan menjadi 3 kingdom atau kerajaan yaitu Plantae (tumbuhan), Animalia (hewan) dan Protista (organisme bersel satu atau peralihan antara tumbuhan dengan hewan). Kemudian withaker (seorang ekolog tanaman berkebangsaan America Serikat) mengelompokan makhluk hidup menjadi 5 kingdom atau kerajaan yaitu Plantae (tanaman), Animalia (hewan), Protista (organisme bersel satu), Monera (organisme bersel satu yang belum mempunyai selaput inti sel) dan fungi (jamur). Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengelompokan objek biologi terbagi menjadi 6 kingdom (kerajaan) yaitu Plantae (tanaman), Animalia (hewan), Protista (organisme bersel satu), fungi (jamur), Eubacteria dan Archaebacteria.

Cabang-cabang ilmu biologi

Biologi adalah ilmu pengetahuan yang sangat luas karna membahas seputar makhluk hidup, saking luasanya ilmu biologi terurai menjadi cabang-cabang ilmu yang lebih spesifik. Berikut cabang-cabang ilmu biologi beserta objek kajian yang dipelajari.
  1. Anatomi : ilmu yang mempelajari struktur tubuh bagian dalam
  2. Morfologi : ilmu yang mempelajari struktur tubuh bagian luar
  3. Botani : ilmu yang mempelajari seputar tumbuhan
  4. Soologi : ilmu yang mempelajari seputar hewan
  5. Ekologi : ilmu yang mempelajari interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya
  6. Etologi : ilmu yang mempelajari tingkah laku hewan pada saat kawin
  7. Genetika : ilmu yang mempelajari keturunan genetik tau sifat
  8. Fisiologi : ilmu yang mempelajari proses yang terjadi pada makhluk hidup
  9. Evolusi : ilmu yang mempelajari perkembangan struktur tubuh makhluk hidup secara sederhana sehingga memunculkan spesies baru
  10. Histologi : ilmu yang mempelajari jaringan
  11. Mitologi : ilmu yang mempelajari tentang jamur
  12. Virology : ilmu yang mempelajari tentang virus
  13. Sitologi : ilmu yang mempelajari sel
  14. Bioteknologi : ilmu yang mempelajari penerapan teknik biologi dalam kehidupan (mengubah bahan yang kurang bermanfaat menjadi lebih bermanfaat) dan masih banyak cabang biologi yang lainnya.

Manfaat dan Bahaya Mempelajari Ilmu Biologi

January 08, 2018 Add Comment
Materi Manfaat dan Bahaya Biologi
Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan diharapkan mampu memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, sehingga tercipta peradaban yang lebih baik. Disatu sisi ilmu Biologi memiliki manfaat yang banyak sekali bagi kehidupan, Namun disisi lain tak sedikit pula bahaya yang dapat timbul akibat penyalahgunaan ilmu Biologi.

Sampai saat ini banyak sekali manfaat yang telah dihasilkan oleh ilmu biologi. Baik itu manfaat di bidang pertanian, kedokteran, ekonomi, kesehatan dan masih banyak lagi. Meskipun begitu perkembangan ilmu biologi terkadang mengandung unsur negaif yang dapat menimbulkan bahaya bagi lingkungan alam dan manusia. untuk lebih jelas mengenai manfaat dan bahaya dari ilmu biologi, mari simak ulasan berikut.

Manfaat Mempelajari Biologi

Pada dasarnya manfaat mempelajari biologi adalah memberikan pemahaman lebih mendalam kepada seorang individu sebagai dasar untuk meningkatkan pola pikir. Selain itu menfaat mempelajari biologi juga dapat menambah wawasan terhadap berbagai sumber daya hayati yang berguna untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Biologi juga memiliki banyak manfaat dalam riset ilmiah yang mampu menghasil kan berbagai manfaat lainnya dalam segala bidang. Seorang yang mempelajari ilmu biologi akan bertindak lebih bijak dari orang yang tidak mempelajari ilmu biologi dalam menghadapi permasalahan kehidupan. Contohnya, seorang yang memiliki pengetahuan mendalam di bidang bioteknologi dapat menjalankan suatu bisnis dengan menggunakan sumber daya hayati yang melimpah dan tidak pernah dilirik oleh orang awam.

Bahaya Mempelajari biologi 

Selain bermanfaat, mendalami ilmu biologi juga memiliki bahaya yang terbilang mengerikan. Salah satu kerugian yang sering dilakukan dalam kegiatan penggunaan ilmu biologi saat ini adalah ketidak seimbangan ekosistem. Misalnyanya, ilmu biologi dalam teknik rekayasa genetika dapat menghasilkan bibit-bibit unggul yang bermanfaat dalam bidang pertanian, namun jika disalah gunakan oleh orang jahat yang tidak bertanggung jawab, teknik rekayasa genetika yang dapat menciptakan bibit unggul justru malah bibit yang membahayakan bagi kehidupan.

Selain itu kerugian dari perkembangan ilmu biologi adalah pembuatan senjata biologis yang digunakan untuk kejahatan orang-orang jahat yang tidak bertanggung jawab. Misalnya, virus HIV (Human Immuodeficiency Virus) yang dicemarkan di suatu wilayah sehingga menyebabkan penduduk sekitar menderita penyakit HIV atau AIDS.

Untuk menghindari penyelewengan atau penyalahgunaan hasil perkembangan ilmu biologi, diciptakanlah aturan yang disebut bioetika. Apa itu bioetika ? bioetika adalah penerapan etika dalam ilmu-ilmu biologis,obat,pemeliharaan kesehatran dan bidang terkait. Maksudnya para ilmuan harus melihat aturan etika baku dalam melakukan kajian biologi sehingga tidak terjadi penyalahgunaan ilmu pengetahuan dan teknologi khusunya di bidang kajian biologi.

Jadi kesimulanya biologi memiliki banyak peranan bagi kehidupan manusia. Sebagai makhluk yang ketergantungan dengan alam, biologi adalah ilmu pokok yang wajib kita pelajari. Sehingga kita lebih bijak dalam menggunakan sumber daya hayati dalam memenuhi kebutuhan hidup sehingga dapat tercipta peradaban yang lebih baik.

Pengertian dan Perbedaan Antara Vasksin dan Serum

January 05, 2018 Add Comment
Ilustrasi : Dokter Sedang Mengambil Vaksin
Pernahkah Kamu mendengar istilah vaksin (Antibody) dan serum (Antibiotik)? bagi kalian yang suka nangkring di dunia kesehatan pasti nggak asing lagi dengan kedua istilah diatas? Seperti judul yang tertera kali ini Kita akan mengulas "Pengertian dan Perbedaan antara Vaksin (Antibody) dan Serum (Antibiotik)".

Apa sih pengertian vaksin itu ? Vaksin adalah cairan yang mengandung virus atau bakteri yang sudah dilemahkan yang kemudian dimasukan ke dalam tubuh manusia dengan tujuan membentuk sistem kekebalan tubuh (antibody), antibody inilah yang berperan dalam proses mencegah bakteri atau virus masuk kedalam tubuh dengan cara melawannya yang berguna untuk melawan infeksi dimasa mendatang.

Vaksin dibuat dengan cara melumpuhkan virus dengan konsentrasi tertentu dan kemudian disuntikan kedalam tubuh seseorang sehingga dapat mengaktifkan system kekebalan tubuh yang nantinya memberikan respon terhadap vaksin tersebut untuk membunuh virus atau bakateri yang terkandung dalam vaksin yang disuntikan tersebut.

Lalu apa sih pengertian serum? Serum adalah cairan mengandung antibody terhadap suatu virus atau bakteri yang nantinya antibody inilah yang akan berperan melawan atau membasmi virus atau bakteri yang bersarang di dalam tubuh sesorang.

Serum biasanya digunakan pada orang yang tidak atau belum memiliki antibody tertentu yang dapat melawan virus atau bakteri tertentu pula, misalkan virus A yang hanya dapat dimusnahkan oleh antibody A, masuk kedalam tubuh si A , sedangkan si A belum memiliki antibody A dan akhirnya virus A tersebut menginfeksi, sehingga si A jatuh sakit, maka untuk menyembuhkan si A disuntikan Serum A, supaya virus A yang bersarang di dalam tubuh si A dapat musnah.

Pembuatan serum dilakukan dengan cara memasukan vaksin tertentu kedalam tubuh suatu organisme, dengan tujuan menguji antibody yang dimiliki oleh organisme tersebut dan setelah terbukti bahwa organisme tersebut kebal terhadap vaksin yang telah disuntikan, maka dilakukan pengambilan darah melalui vena leher (vena jugularis). Kemudian dipisahkan antara plasma dengan sel-sel darah merah dan protein yang terkandung dalam darah tersebut dan nantinya plasma akan dimurnikan menjadi serum.

Dari pernyataan diatas, dapat disimpulkan bahwa vaksin diberikan kepada orang yang belum memiliki antobodi yang kuat, Sedangkan serum diberikan kepada orang yang sedang melawan infeksi terhadap virus atau bakteri sebagai pembantu proses penyembuhan. Nah, sudah tahu kan sekarang perbedaan vaksin dan serum? Berikut adalah artikel mengenai perbedaan vaksin dan serum.

Pengertian, Tingkatan, Ciri dan Contoh Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas)

January 05, 2018 Add Comment
Materi Keanekaragaman Hayati (Biologi).
Apa sih Keanekaragaman Hayati itu? Keanekaragaman hayati atau biodiversitas adalah keanekaragaman organisme atau makhluk hidup yang menunjukan keseluruhan pada veriasi gen, jenis dan ekositem pada suatu wilayah. Menurut UU Nomor 5 Tahun 1994, Keanekaragaman hayati adalah atau biodiversitas merupakan keanekaragaman yang ada diantara makhluk hidup yang ada di semua wilayah daratan, lautan, dan perairan atau akuatik serta komplek ekologi yang termasuk dari keanekaragaman yang meliputi keanekaragaman dalam spesies, antara spesies dengan ekosistem.

Menurut kedua definisi diatas dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman hayati mencakup berbagai perbedaan atau variasi berdasar pada bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat-sifat yang terlihat pada berbagai tingkatan, baik tingkatan gen, tingkatan spesies maupun tingkatan ekosistem.

Tingginya tingkat keanekaragaman hayati yang ada di bumi kita ini, mendorong para ilmuan untuk mencari cara supaya keanekaragaman hayati bisa dengan mudah dipelajari oleh khalayak umum, yaitu dengan cara mengklasifikasikannya. Yang kemudian, para ahli mengkasifikasikan keanekaragaman hayati menjadi tiga tingkatan, meliputi keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis dan keanekaragaman ekosistem. Untuk memahami lebih lanjut mengenai tiga tingkatan keanekaragaman hayati, mari simak ulasan berikut.

1. Keanekaragaman Gen

    Keanekaragaman Gen, Perbedaan Mangga Manalagi dengan Mangga Arum manis
    Gen atau plasma nutfah adalah subtansi kimia yang dapat memperngaruhi sfat keturunan yang terdapat di dalam kromosom. Setiap susunan yang dihasilkan oleh gen akan mempengaruhi anatomi atau fiologi setiap organisme atau makhluk hidup.

    Walaupun seluruh organisme memiliki kerangka dasar gen yang sama, akan tetapi komposisi dan jumlah faktor dalam kerangka gen tiap organisme bisa berbeda-beda. Nah dari perbedaan inilah menyebabkan terjadinya keanekaragaman gen. 

    Selain itu, jika terjadi perkawinan silang antar individu yang karakternya berbeda maka akan menghasilkan keturunan yang semakin banyak variasinya. Hal tesebut dapat membuat keanekaragaman hayati menjadi semakin tinggi.

    Namun, faktor yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman hayati tiap organisme tidak hanya berdasar pada faktor gen saja, melainkan ada faktor lain yang memperngaruhi, yaitu faktor lingkungan. Jika dua individu memiliki struktur dan urutan gen yang sama, bukan berarti memiliki bentuk (fenotipe) yang sama pula. Sebab faktor lingkungan sekitar juga dapat mempengaruhi bentuk tiap organisme atau makhluk hidup.
    Ciri-ciri keanekaragaman genetik :
    • Nama ilmiah sama 
    • Perbedaan morfologi tidak terlalu mencolok 
    • Adanya variasi

    Contoh dari keanekaragaman gen meliputi jenis manga, jenis kelapa, jenis ayam, dan lain-lain. Pada manusia sendiri terdapat keanekaragaman gen yang meliputi perbedaan rambut ( kriting, lurus), kulit ( hitam, putih, kuning), mata (hitam, coklat, biru), dan lain-lain.

2. Keanekaragaman Jenis

    Kenaekaragaman Jenis, Keluarga Felidae
    Keanekaragaman jenis meliputi keanekaragaman pada flora dan fauna yang memiliki variasi antar spesies pada setiap organisme. Perbedaan antar spesies pada setiap organisme dalam satu keluarga (family) lebih mudah diamati dari pada perbedaan antar individu pada setiap spesies.
    Ciri-ciri keanekaragaman jenis :
    • Tidak ada variasi
    •  Perbedaan morfologi sangat mencolok 
    • Nama ilmiah berbeda

    Contoh dari keanekaragaman jenis meliputi perbedaan jenis Palmae (kelapa, aren, palem), jenis Fellidae (kucing, harimau, singa), dan lain-lain

3. Keanekaragaman Ekosistem

    Ekosistem Sawah
    Ekosistem merupakan satu kesatuan atau organisasi yang dibentuk oleh interaksi antara organisme atau makhluk hidup yang satu dengan organisme yang lain dan organisme dengan lingkungannya. Tentunya setiap ekosistem memiliki kondisi lingkungan, tipe vegetasi dan tipe hewan yang lebih spesifik.
    Kondisi tiap lingkungan sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya iklim, tanah, air, udara, suhu, angin, kelembapan, intensitas cahaya, mineral, dan tingkat ph. Karena setiap kondisi lingkungan yang ada di muka bumi ini berbeda akibatnya terdapat variasi jenis organsime yang dapat beradaptasi dengan ekosistemnya dan menyebabkan terjadinya keanekaragaman ekosistem. Contoh dari keanekaragaman ekosistem meliputi ekosistem gurun, ekosistem padang rumput, ekosistem tundra (lumut), ekosistem pinus, ekosistem sungai dan lain-lain.

Pengertian Sel (Biologi) dan Sejarah Perkembangan Sel

January 05, 2018 Add Comment
Bagian-Bagian atau Organela Sel.

A. Pengertian Sel

Setiap makhluk hidup yang ada di dunia ini tersusun atas sel baik itu manusia, hewan dan tumbuhan. Sebenarnya apa itu sel ? Sel adalah unit terkecil yang ada pada setiap makhluk hidup. Seperti halnya dengan keluarga merupakan sebuah unit sosial yang paling kecil dalam kelompok masyarakat, tarusan atau bahkan ribuan keluarga membentuk desa, dan kemudian kumpulan dari desa tersebut membentuk kecamatan dan seterusnya membentuk sebuah peradaban. Begitu pula dengan sel, jutaan sel yang ada dalam tubuh kita membentuk sebuah jaringan dan kumpulan dari jaringan tersebut membentuk organ dan seterusnya sehingga tercipta sebuah organisme.

B. Sejarah Perkembangan Sel

Penemuan sel dimulai dari pengamatan yang dilakukan oleh Anthony van leeuwnhoek (1632-1723) seorang yang berkerbangsaan belanda. Dia merupakan orang yang pertama kali menemukan mikroskop dan meneliti organisme mikroskopis berupa Protozoa dan Rotifera yang kemudian dinamakan “animaculus” oleh Anthony van leewnhoek.

Kemudian seorang berkebangsaan Italy, Marcello Malphigi (1628-1694) mengamati sayatan jaringan pada organ-organ tertentu, seperti hati, ginjal, otak, limfa dan paru-paru dengan menggunakan mikroskop. Dari hasil pengamatannya, Marcello Malphigi menyimpulkan bahwa jaringan tersusun atas unit-unit struktual yang ia sebut utricles.

Kemudian pada abad ke-17 istilah tentang sel mulai tercipta, dimana saat itu seorang pedagang kaca dari Inggris bernama Robert Hooke berhasil merakit mikroskop yang dapat melihat obyek yang sangat kecil. Dengan mikroskop ciptaannya itu Robert Hooke mengamati sebuah sayatan gabus yang sangat kecil. Hasil pengamatan tersebut berupa petak-petak segi empat yang tengahnya kosong. Objek hasil pengamatan dari hooke tersebut dikenal dengan nama cellulae atau sel yang berarti petak atau ruang kecil.

Sejarah penemuan sel oleh Robert Hooke tersebut menjadi pioner bagi para ahli cabang ilmu biologi untuk mengambangkan teori sel. sehingga muncul teori-teori baru mengenai identitas sel. Kemudian seorang berkebangsaan prancis bernama Rene Dotrochet melaporkan bahwa semua jaringan hewan dan tumbuhan terdiri atas kumpulan sel-sel globular. Kemudian seorang berkebangsaan inggris bernama Robert Brown melaporkan bahwa sel-sel epidermis tumbuhan mengandung suatu struktur yang konstan yang kemudian disebut inti sel atau nukleus. Kemudian beliau mencetuskan sebuah teori bahwa sel hidup selalu terdapat inti sel yang merupakan bahan terpenting yang ada di dalam sel.

Pada tahun 1838, Jacob schleiden menyatakan bahwa tubuh tumbuhan tersusun atas sel. Dan pada tahun 1839 Theodore Schwann menyatakan bahwa tubuh hewan tersusun atas sel. Kemudian schwann mengemukakan 2 teori mengenai sel. Yaitu, semua organisme terdiri atas sel dan sel merupakan unit kesatuan struktual.

Pada tahun 1840 Johannes E. Purkinye memperkenalkan istilah protoplasma. Dan selanjutnya pada tahun 1861, W. Schultze mengemukakan bahwa protoplasma merupakan dasar fisik dari kehidupan (kesatuan fungsional). Kemudian kurang lebih 10 tahun setelah kedua teori yang dikemukakan oleh Schwann, Rudholf Vircow mengemukakan teori yang ketiga yaitu semua sel berasal dari sel yang terlah ada sebelumnya (omnis cellula e cellulae).

Dan kemudian felix dujardin menyatakan bahwa ada cairan sel yang terdapat di memebran sel dan pada akhirnya waston dan crick menemukan struktur DNA di dalam sel dan mencetuskan teori bahwa sel merupakan kesatuan hereditas. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa ahli tadi dapat disimpulkan bahwa.
1. Sel merupakan kesatuan atau unit struktual hidup (Jacob schleiden yang kemudian dilanjutkan oleh Theodor Schwann) dimana setiap makhluk hidup terdiri dari sel dan sel adalah unit struktual (material) terkecil pada makhluk hidup.
2. Sel merupakan Unit Fungsional Makhluk Hidup (Max Schultze)
3. Sel Merupakan Unit Pertumbuhan Makhluk Hidup (Rudholph Virchow)
4. Sel Merupakan Unit Hereditas (Penurunan Sifat Genetik) Makhluk hidup, Dengan ditemukannya inti sel oleh Robert Brown dan Protoplasma oleh Felix Durjadin yang kemudian diteliti lebih lanjut oleh Johannes Purkinye. Serta, ditemukannya struktur DNa oleh waston dan crick.

Demikian uraian mengenai sejarah perkembangan sel dan teori sel menurut para ahli. Di masa yang mendatang mungkin akan ditemukan teori baru lagi mengenai sel, oleh karna itu kamu sebagai calon ilmuan, berusaha lah untuk berkarya sehingga nama kamu tercantum sebagai ahli dibidang pengetahuan sel di masa mendatang.

Manfaat dan Bahaya Virus bagi Kehidupan

January 05, 2018 Add Comment
Ilustrasi : Salah satu bahaya dari infeksi virus yaitu penyakit Demam
Sebelumnya kita sudah membahas mengenai identifikasi virus, mulai dari pengertian virus, penemuan partikel virus, struktur dan ciri virus. Sekarang yang akan kita bahas adalah manfaat dan bahaya virus bagi kehidupan.

Secara garis besar virus hanyalah sebuah parasit yang menimbulkan banyak kerugian atau bisa dibilang berbahaya bagi kehidupan. Akan tetapi, semua makhluk yang diciptakan oleh tuhan di dunia ini pasti memiliki kekurangan dan kelebihan sendiri. Oleh karna itu para ahli mencoba memecahkan masalah mengenai peranan virus dalam kehidupan.

Ternyata selain memiliki dampak buruk bagi kehidupan peran virus juga dapat membawa dampak baik atau positif bagi kehidupan. dan itu semua tergantung bagaimana kita mengelola dan memanfaatkan si Virus ini. Untuk lebih lengkapnya, berikut ulasan mengenai manfaat dan bahaya virus.

A. Bahaya Virus Bagi Kehidupan

Seperti yang sudah dijelaskan pada artikel “Pengertian Virus, Sejarah, Struktur dan Ciri-ciri Virus”, virus adalah sebuah parasite mikroskopik yang suka menginfeksi sel inangnya. Dari pernyataan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa virus merupakan sumber penyakit yang terjangkit pada suatu organisme. Bahaya virus sendiri dapat menjadi sangat mengerikan, apabila virus mampu bermutasi menjadi lebih kuat dari virus induknya. Lebih lengkapnya, silahkan simak ulasan dibawah ini mengenai berbagai macam bahaya yang dapat ditimbulkan dari infeksi virus  :
1. Kerusakan Sel Inang yang Disebabkan Oleh Infeksi Virus.
    Sebelumnya sudah dijelaskan panjang lebar, bahwa hobi virus adalah menginfeksi sel inangnya, untuk dapat melakukan replikasi. Infeksi yang diakibatkan oleh virus dapat menyebabkan kerusakan sel, sehingga salah satu dari system suatu organisme tidak dapat bekerja secara normal atau bahkan terjadi kerusakan.
2. Mutasi Dari Virus Induk menjadi Virus yang Lebih Hebat.
    Apa sih mutasi itu ? mutasi berasal dari kata mutare yang berarti berubah. Perkembangbiakan virus dilakukan dengan cara replikasi genom. Dalam proses replikasi virus membutuhkan genom inti dari sang inang untuk dikombinasikan dengan gemon virus yang akan dilipat gandakan. 
    Pada proses replikasi virus RNA tidak melibatkan proses perbaikan kesalahan replikasi, sehingga virus RNA cenderung memiliki kemampuan mutasi lebih tinggi.
    Apabila virus bermutasi dan perlahan berkembang maka virus tersebut akan menghasilkan bibit varietas genetic baru yang mungkin belum bisa ditangani oleh system imunitas (kekebalan tubuh) yang saat ini dimiliki oleh organisme yang terinfeksi virus induk. 
    Sehingga, menyebabkan penyakit baru pada organisme tersebut dan sulit disembuhkan, karena belum ada imunitas yang sesuai untuk membasmi virus yang baru.
3. Mudahnya Penyebaran Virus dari Satu Organisme ke Organisme yang Lainnya
    Seperti yang sudah diulas sebelumnya virus memiliki ukuran yang sangat kecil yaitu sekitar 20 nm atau 0,2 mili mikron. Sehingga untuk dapat mengamati suatu virus harus dengan menggunakan mikroskop elektron.

    Virus tingkat tinggi, akibat proses revolusi dapat meningkatkan kemampuan untuk menginfeksi banyak jenis organisme. Penyebaran virus dapat melalui udara, air, atau media apapun yang tercemar oleh urin atau fases dari inang yang terinfeksi virus. Penyebaran virus juga dapat melalui hubungan seksual setiap organisme yang salah satunya terinfeksi virus, contohnya adalah virus HIV (AIDS).


Berikut adalah bahaya-bahay yang dapat disebabkan virus. Jadi intinya virus adalah sebuah parasit yang berukuran sangat kecil. Pada virus tingkat tinggi, proses penyebaran terbilang sangat mudah. Oleh karena itu, kita harus menjaga kebersihan dan tetap waspada terhadap infeksi yang ditimbulkan oleh virus. Meskipun Begitu, jangan berburuk sangka dahulu terhadap peran virus bagi kehidupan, ternyata virus juga membawa dampak baik apabila dapat dimanfaatkan secara benar.

B. Manfaat Virus bagi Kehidupan

Selain memiliki bahaya yang mengerikan bagi kehidupan, virus juga memiliki manfaat yang besar juga loh. Menurut penelitian para alhi, peran virus sangat besar dalam konteks obat-obatan. Untuk lebih lanjut berikut manfaat virus bagi kehidupan :
1. Sebagai Anti Bacterial
    Virus menetapkan berbagai organisme menjadi inangnya, mulai dari lingkup mikrorganisme seperti bakteri dan sampai ke lingkup makrorganisme seperti tanaman, hewan dan manusia. 
    Apabila virus telah menginfeksi sel inangnya dan tidak diobati maka sel inang akan dirusak oleh aktifitas virus. Peran virus sebagai anti bacterial adalah menginfeksi dan menghancurkan bakteri jahat yang merugikan.
2. Pembuatan Insulin
    Insulin? Kaya pernah denger, apa sih insulin itu? Insulin adalah salah satu hormone yang memiliki peran penting dari system metabolism tubuh. Insulin sendiri diproduksi oleh pankreas. 
    Lalu apa hubungannya dengan peran virus terhadap pembuatan insulin? Apabila virus penyebab kanker dicangkokkan dengan gen-gen penghasil insulin ke bakteri. Maka, bakteri akan berkembang biak dengan cepat dan akan memproduksi insulin dan zat lainnya.
3. Pembuatan Vaksin
    Pembaca sekalian pasti pernah mendengar istilah vaksin? Apa sih vaksin itu ? Vaksin adalah cairan yang mengandung virus atau bakteri yang sudah dilemahkan yang kemudian dimasukan ke dalam tubuh manusia dengan tujuan membentuk sistem kekebalan tubuh (antibody), antibody inilah yang berperan dalam proses mencegah bakteri atau virus masuk kedalam tubuh dengan cara melawannya yang berguna untuk melawan infeksi dimasa mendatang.

Berikut adalah ulasan mengenai bahaya dan manfaat virus bagi kehidupan, semoga dapat menambah wawasan pembaca dan selalu memperhatikan kesehatan tubuh. Sekian dan terimakasih.

Pengertian Virus, Sejarah, Struktur dan Ciri-ciri Virus

January 05, 2018 Add Comment
Macam-Macam Virus ditinjau dari Bentuknya 

Pengertian Virus 

Pernah mendengar istilah virus (dalam konteks ilmu biologi) ? Sebenarnya virus itu apa sih ? Menurut Wikipedia, Virus adalah parasit Mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Istilah virus sendiri diambil dari Bahasa latin “Virion” yang berarti racun, karena proses reproduksi virus membutuhkan sel inang suatu organisme yang dapat menyebabkan infeksi pada inangnya.

Fakta lain mengenai virus adalah kemampuan virus untuk dikristalkan tanpa terjadi kerusakan dan hilangnya fungsi biologis virus jika lepas dari sel inang. Hal itu, menyebabkan pertentangan apabila virus berstatus sebagai makhluk hidup, karena tidak adak organisme yang dapat dikristalkan tanpa terjadi kerusakan. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa virus merupakan partikel mikroskopik peralihan antara makhluk hidup dan tidak hidup yang bersifat parasit karna kebiasannya menginfeksi sel inang suatu organisme.

Sejarah Penemuan Virus

Penemuan virus pertama kali dilakukan oleh Wendell Meredith Stanley, yang telah berhasil mengkristalkan partikel penyebab penyakit mosaik pada tanaman tembakau pada tahun 1935. Kemudian, pada tahun 1939 G.A. Kausche, E. Pfankuch dan H. Ruska, ilmuan asal jerman yang pertama kali mengvisualisasikan virus mosaik tersebut dengan menggunakan mikroskop elektron.

Struktur Virus

Bentuk virus juga bermacam-macam, mulai dari bulat, batang, menyerupai huruf T, dan lain-lain. Akan tetapi mereka memiliki struktur dasar yang sama, antara lain:
  1. Kapsid, yang merupakan lapisan pembungkus inti virus berupa DNA (Deoxiribonucleic acid) atau RNA (Ribonucleic acid), biasanya kapsid memiliki bentuk heliks atau batang. 
  2. Kapsomer, yang merupakan kumpulan dari subunit protein (anaknya prortein) yang bergabung dan membentuk kapsid. 
  3. Struktur Eksternal atau struktur tambahan berupa selubung yang terbentuk dari fosfolipid dan protein sel inang dan protein dan glikoprotein sel virus yang berfungsi untuk menginfeksi sel inang.
Meskipun Begitu, tidak semua jenis virus memiliki struktur tambahan tersebut.

Ciri-Ciri Virus

Virus juga memiliki ciri-ciri khusus yang sangat berbeda dengan mikrorganisme lainnya. Para ilmuan mengidentifikasikan ciri virus, sebagai berikut :
  1. Virus bersifat parasit intraselluler obligat, dengan kata lain virus hanya dapat hidup dan berkembang pada sel hidup suatu organisme. 
  2. Ukuran virus sangat kecil, yaitu sekitar 20 nm atau 0,2 mili mikron. Sehingga untuk dapat mengamati virus harus dengan menggunakan mikroskop electron. 
  3. Struktur virus hanya berupa pertikel yang terdiri atas selubung sebagai asam nukleat dan bahan inti berupa DNA (Deoxiribonucleic acid) atau RNA (Ribonucleic acid). 
  4. Nama virus terdiri dari asam nukleat yang menyusun genomnya (Materi Genetik). 
  5. Virus tidak memiliki organel sel yang penting bagi kehidupan, seperti nucleus, ribosom, dan sebagainya. Akan tetapi, virus memiliki enzim untuk replikasi dan transkipsi dengan melakukan kombinasi dengan enzim inangnya. 
  6. Setiap virus hanya dapat menginfeksi beberapa jenis inang tertentu, yang ditentukan oleh kesesuaian atau kecocokan antara protein bagian luar virus dengan reseptor spesifik pada inangnya. 
  7. Genom virus lebih beragam dari genom konvensional (DNA untai Tunggal).
Berikut ulasan seputar identifikasi virus, mulai dari definisi atau pengertian virus,sejarah penemuan virus, struktur virus dan ciri-ciri virus. Semoga dapat menambah wawasan Pembaca sekalian.

Eittss, meskipun virus berarti racun. Akan tetapi, virus tidak sebahaya yang kalian bayangkan loh, baca juga artikel “Manfaat dan Bahaya Virus” guna mengetahui manfaat-manfaat virus.

Pengertian Geografi Menurut Bahasa dan Para Ahli Lengkap

January 04, 2018 Add Comment
Belajar Pengertian Geografi
Dalam ilmu geografi kita akan mempelajari berbagai hal tentang bumi. Ilmu geografi juga memiliki cabang ilmu yang sangat luas. sehingga banyak ahli yang mencetuskan argumennya menenai pengertian atau definisi Geografi. Meskipun begitu mempelajari ilmu geografi itu sangat menyenangkan karena selain kita dapat mengetahui keadaan bumi kita saat ini. kita juga dapat mengathui bagimana seluruh proses pembentukan bumi kita ini dari segala penjuru.

Dengan begitu, secara logika dapat disimpulkan bahwa geografi adalah ilmu yang mempelajari fenoma dan gejala yang ada di bumi kita tercita ini. selain itu dalam geografi juga diajarkan faktor –faktor yang menyebabkan gejala dan fenoma yang terjadi. Untuk lebih lanjutnya mengenai ilmu geografi . mari simak ulasan berikut mengenai pengertian geografi menurut bahasa dan para ahli.

Pengertian Geografi Menurut Bahasa
Kata geografi berasal dari bahasa yunani “geo” yang berarti “bumi” dan “graphien” yang berarti gambaran atau tulisan.

Sedangkan, Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Online (KBBIO), Geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang permukaan bumi, iklim, penduduk, flora, fauna, serta hasil yang diperoleh dari bumi.

Pengertian Geografi Menurut Para Ahli :
  1. Erastothenes ( abad ke 1 )
  2. Menurut Erastothenes, Geografi berasal dari kata geographica yang berarti penulisan atau penggambaran tentang bentuk muka bumi.
  3. Claudius Ptolomaeus ( abad ke 2 )
  4. Kemudian pada abad ke 2 Claudius Ptolomaeus mengemukakan bahwa, Geografi adalah suatu penyajian melalui peta dari sebagian serta selruh permukaan bumi.
  5. Lobeck (1939)
  6. Menurut Lobeck, Geografi merupakan suatu studi yang membahas tentang hubungan–hubungan yang ada di antara kehidupan dengan lingkungan fisik.
  7. Immanuel Kant (1821)
  8. Menurut Immanuel Kant, Geografi adalah sebuah ilmu yang objek studinya adalah berupa benda-benda, hal-hal, atau gejala-gejala yang tersebar dalam wilayah pada permukaan bumi.
  9. Karl Ritther (1859)
  10. Geografi merupakan suatu telaah tentang bumi sebagai tempat hidup manusia. Studi geografi dapat mencakup berbagai macam fenomena yang terdapat di permukaan bumi, baik itu alam organik maupun alam anorganik yang masih terkait dengan kehidupan manusia, termasuk aktivitas manusia itu sendiri juga dibahas.
  11. Frank Debenham (1950)
  12. Frank Debenham berpendapat bahwa geografi adalah ilmu yang memiliki tugas untuk mengadakan penafsiran mengenai persebaran fakta, menemukan hubungan di antara kehidupan manusia dengan lingkungan fisik, serta menjelaskan kekuatan interaksi antara manusia dan alam.
  13. Alexander (1958)
  14. Menurut Alexander, Geografi merupakan sebuah studi mengenai pengaruh lingkungan alam terhadap berbagai aktivitas manusia. Dalam pandangan Alexander tersebutlah mulai dibahas mengenai hubungan timbal balik yang terjadi antara aktivitas manusia serta pengaruhnya yang terjadi terhadap lingkungan alam.
  15. Hartshorne (1960)
  16. Menurut Hartshorne, Geografi merupakan sebuah ilmu yang berkepentingan dalam memberikan deskripsi yang teliti, beraturan, serta rasional mengenai sifat variabel dari permukaan bumi.
  17. Yeates (1963)
  18. Menurut Yeates, Geografi adalah ilmu yang memperhatikan mengenai perkembangan rasional dan lokasi dari berbagai macam sifat yang beragam di permukaan bumi dengan tidak mengenyampingkan berbagai alasan yang rasional.
  19. Bintarto (1981)
  20. Menurut Bintarto, geografi merupakan studi yang mempelajari hubungan kausal gejala-gejala yang terjadi di permukaan bumi, baik yang bersifat fisik ataupun yang menyangkut dengan kehidupan makhluk hidup beserta berbagai permasalahannya dengan melalui pendekatan keruangan, kelingkungan, serta regional untuk kepentingan program, proses, dan keberhasilan pembangunan.
  21. Herioso Setiyono (1996)
  22. Menurut Herioso Setyono, geografi adalah ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara manusia dengan lingkungannya serta merujuk terhadap pola persebaran horisontal di permukaan bumi.
  23. Halford Mackinder
  24. Menurut Halford Mackinder, Geografi merupakan ilmu yang mempunyai fungsi utamanya guna untuk menyelediki interaksi manusia dalam masyarakat dengan lingkungan yang berbeda-beda berdasarkan lokasinya.
  25. Friederich Ratzel (1947)
  26. Friederich Ratzel mengemukakan konsep geografi menurut pendapatnya dalam bukunya yang berjudul Politische Geographie. Konsep tersebut diberi nama Lebensraum yang memiliki arti bahwa wilayah geografis merupakan sarana bagi organisme untuk berkembang. Ia melihat bahwa suatu negara cenderung meluaskan Lebensraum-nya dengan sesuai kekuatan yang negera miliki.
  27. Edward Ullman (1976)
  28. Geografi adalah interaksi antar ruang.
  29. Elsworth Huntington (1947)
  30. Geografi merupakan sebuah studi mengenai fenomena pemukaan bumi serta penduduk yang menghuninya. Elsworth Huntington menjelaskan terdapat hubungan timbal balik antara gejala sera sifat-sifat permukaan bumi dengan penduduknya.
  31. Strabo (abad ke 23)
  32. Geografi sangat erat kaitannya dengan faktor lokasi, karakterisitik tertentu, serta hubungan antar wilayah keseluruhan. Pendapat itu kemudian disebut konsep Natural Attribute of Place
  33. Ekblaw dan Mulkerne (1949)
  34. Geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari bumi serta kehidupannnya, mempengaruhi pandangan hidup kita, pakaian yang kita gunakan, makanan yang kita konsumsi, rumah yang kita huni, dan tempat rekreasi yang dapat kita nikmati.
  35. Vernor E. Finch dan Glen Trewartha (1980)
  36. Geografi adalah deskripsi serta penjelasan yang menganalisis tentang permukaan bumi dan pandangannya mengenai hal yang selalu berubah dan dinamis.
  37. Paul Vidal de La Blance (1918)
  38. Geografi merupakan sebuah studi tentang kualitas berbagai negara, di mana penentuan akan suatu kehidupan tergantung bagaimana manusia dalam mengelola alam.
  39. Haris (2012)
  40. Menurut Haris pada tahun 2012, ia berpendapat bahwa geografi adalah ilmu yang mengkaji segala aspek-aspek yang terdapat di permukaan bumi dengan berbagai konsep spesial yang berguna untuk pemanfaatan pembangunan di permukaan.
  41. Preston E. James (1986)
  42. Geografi dapat diungkapkan sebagai induk dari segala ilmu pengetahuan, hal ini karena bidang ilmu pengetahuan selalu di mulai dari keadaan muka bumi yang kemudian beralih pada studi ilmu pengetahuan masing-masing.
  43. Seminar lokakarya IGI di Semarang (1988)
  44. Pengertian geografi menurut Seminar lokakarya IGI di Semarang adalah geografi merupakan suatu Ilmu yang mempelajari tentang persamaan serta perbedaan fenomena geosfer dengan sudut pandang kewilayahan dan kelingkungan dalam konteks keruangan.
  45. Basri Mustofa (1944)
  46. Basri Mustofo berpedapat bahwa geografi merupakan sebuah ilmu yang menguraikan mengenai perrmukaan bumi, penduduk, iklim, flora dan fauna, serta berbagai basil-basil yang diperoleh dari bumi.
  47. Daldjoeni (1998)
  48. Daldjoeni berpendapat bahwa geografi merupakan sebuah ilmu pengetahuan yang mengajarkan manusia tentang 3 hal pokok, yaitu spasial atau ruang, ekologi, dan region atau wilayah. Dalam hal spasial (ruang), geografi mempelajari persebaran gejala baik alami maupun manusiawai di muka bumi. Dalam hal ekologi, geografi mempelajari tentang bagaimana manusia harus mampu untuk dapat beradaptasi dengan lingkungannya. Adapun dalam hal region (wilayah), geografi mempelajari tentang wilayah sebagai tempat tinggal manusia dengan berdasarkan kesatuan fisiografinya.
  49. Von Rithoffen (1905)
  50. Geografi merupakan studi mengenai gejala serta sifat-sifat permukaan bumi beserta penduduknya yang disusun berdasarkan letaknya dan dengan mencoba menjelaskan hubungan timbal balik di antara gejala dan sifat tersebut.
  51. 26. Bernhardus Varenius (1650)
  52. alam karyanya GEOGRAPHIA GENERALIS, dia membagi geografi menjadi 3, antara lain :
    • Geografi absolute
    • Geografi relative
    • Geografi komparatif
Dan mungkin masih banyak lagi tokoh geograf yang mencetuskan pengertian tentang geografi. Bahkan kamu juga bisa membuat teori sendiri mengenai pengertian geografi.

Kesimpulan yang dapat diambil dari seluruh pengertian geografi yang telah kita baca diatas. Geografi memiliki banyak pengertian dari sudut pandang yang berbeda-beda. Meskipun begitu terdapat keasamaan antara pengertian yang satu dengan yang lain.

Dari persamaan itu dapat diambil kesimpulkan bahwa gerografi adalah ilmu yang mempelajari tentang bumi, interaksi manusia dengan alam, dimensi ruang dan history dan pendekatan keruangan, ekologi, dan wilayah.