Showing posts with label biologi. Show all posts
Showing posts with label biologi. Show all posts

Jenis Lalat yang Sering Kita Jumpai

April 14, 2018 Add Comment
Lalat adalah jenis hewan berbuku-buku sehingga dimasukan kedalam filum Arthropoda. jenis Insekta yang satu ini terbilang sangat pasaran karna sering kali kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Lalat juga memiliki cukup banyak spesies yang tak mampu dihitung menggunakan jari tangan.

Meskipun keluarga lalat memiliki anggota keluarga yang cukup banyak, hanya beberapa saja jenis-jenis lalat yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-haari, khususnya di Indonesia. Berikut  adalah jenis lalat yang sering kita jumpai.

1. Lalat Rumah
    Lalat jenis ini memiliki nama ilmiah Musca domestica. Lalat rumah ini adalah sepesies lalat yang paling sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Lalat rumah biasanya sering membawa wabah penyakit, karena lalat ini sangat tertarik terhadap tipe makanan apapun, mulai dari sisa makanan sampai kotoran sekalipun.
2. Lalat Buah
    Seperti namanya, lalat ini seringkali hinggap pada daging buah. Lalat buah memiliki nama ilmiah Bractocera sp. Bagi para petani nama lalat buah pasti tidak asing lagi, karna lalat buah merupakan salah satu hama setiap jenis buah-buahan dan sayur-sayuran. 
3. Lalat Hijau
    Lalat tipe ini sering kali kita jumpai pada tempat yang terkesan kotor, lalat yang memiliki nama ilmiah Caliphora vomitoria ini sangat senang hinggap pada tempat yang mengeluarkan aroma busuk seperti kotoran atau bangkai hewan. 
4. Lalat Daging
    Seperti namanya lalat merupakan tipe makhluk karnivora karena suka memakan daging. Lalat yang memiliki nama ilmiah Sharcophagidae (genus dari Sharcophaga) suka hinggap di tempat mengeluarkan aroma busuk.
    Lalat ini terbilang hama yang mengerikan bagi manusia, meskipun lalat daging hanya sering memangsa daging sisa yang sering kala dijual di pasar, Lalat ini sering kali membawa telur cacing Ascaris lumbricoides dan Trichuris trichiura.
    5. Lalat Pasir
      Lalat ini sering kali terlihat pada bulan April - September. Seperti namanya, lalat yang memiliki nama ilmiah Spiriverpa lunulata menjadikan daerah berpasir sebagai habitatnya. Hampir sama dengan lalat daging, Lalat pasir merupakan jenis lalat yang suka menghisap darah. Tapi tenang, lalat ini tidak seperti lalat daging.
      6. Lalat Kuda
        Jenis lalat yang memiliki nama ilmiah Tubanus bromius ini seringkali ditemukan pada kandang kuda sehingga diberi julukan lalat kuda. Makanan bagi lalat kuda laki-laki umumnya adalah nektar pada bunga, sedangkan bagi lalat kuda perempuan umumnya menyerap darah hewan.
        Lalat kuda ini terbilang lebih ganas dari pada nyamuk. Untuk mendapatkan asupan darah lalat ini menggunakan rahangnya yang seperti pisau untuk merobek kulit mangsanya. Air liur lalat bisa menyebabkan infeksi atau pembengkakan.
      Mungkin ada beberapa jenis lalat yang sering kita jumpai yang belum disebutkan oleh mimin, jika kamu mengetahui jenis lalat lainnya yang bersifat umum bisa menambahkannya pada kolom komentar.

      Mengapa Manusia Dianggap Sebagai Hewan yang Berpikir atau Berakal?

      April 13, 2018 Add Comment
      Aristoteles, seorang filsuf Yunani berpendapat bahwa manusia adalah hewan berakal atau berpikir. Artinya apa ya? Jadi, Kita hewan dong? Iya benar, manusia adalah hewan, tapi hewan yang mampu mengendalikan akal pikirannya (berpikir).
      Aristoteles, seorang filsuf Yunani berpendapat bahwa manusia adalah hewan berakal atau berpikir. Artinya apa ya? Jadi, Kita hewan dong? Iya benar, manusia adalah hewan, tapi hewan yang mampu mengendalikan akal pikirannya (berpikir).

      Pernyataan ini pertama kali diungkap oleh Aristoteles, seorang filsuf asal Yunani yang gemar menulis berbagai hal unik dengan subyek fisika, metafisika, puisi, logika, retorika, politik, pemerintahan, etnis, biologi dan zoologi.

      Namun, siapa sangka pernyataan aneh ini mampu merambat ke dunia Biologi dan berhasil menghipnotisnya, khususnya dalam ilmu taksonomi yang hingga saat ini menyatakan manusia adalah hewan.

      Klasififkasi Ilmiah

      Kingdom Animalia
      Filum Chordata
      Kelas Mammalia
      Ordo Primates
      Subordo Haplorhini
      Family Hominidae
      Subfamily Homininae
      Bangsa Homini
      Genus Homo
      Spesies Homo sapiens
      Coba kita lihat klasifikasi ilmiah manusia, disini tertera jelas bahwa manusia dikategorikan ke dalam kingdom animalia atau kerajaan hewan. Intinya manusia adalah hewan.

      Namun, jangan kebakaran jenggot dahulu. Anggapan yang dinyatakan oleh Aristoteles bahwa manusia adalah hewan yang paling sempurna, anggap saja raja dari segala jenis hewan.

      Tapi.. kenapa ya tidak membuat kingdom baru saja?

      Klasifikasi ini nggak ngawur kok, suatu kingdom atau kerajaan dipecah lagi menjadi beberapa sub kelompok yaitu filum, kelas, ordo, family dan seterusnya.

      Pada tabel diatas menjelaskan bahwa, kita manusia pada umumnya memiliki nama ilmiah Homo Sapiens, sebenarnya masih banyak lagi tipe manusia seperti H Habilis,H Erectus dan spesies manusia purba lainnya.

      Nah kan ada banyak jenis manusia kenapa nggak buat kingdom baru saja?

      Antara H Habilis,H Erectus, H Sapiens, dkk tidak ada perbedaan yang sangat mendasar seperti perbedaan sitem pernfasan, sistem metabolisme ataupun sistem ekskresi. Yang membedakan mereka hanyalah bentuk tulang, ukuran otak dan beberapa perbedaan fisiologis berskala kecil lainnya. Intinya secara morfologi hampir sama.

      Ibarat bunga anggrek bulan yang memiliki genus Phalaenopsis, lebih dari 30 spesies anggrek dimasukan ke dalam genus ini, seperti Phalaenopsis amabilis, Phalaenopsis amboinensis,
      Phalaenopsis aphrodite dan masih banyak lagi.

      Hal ini menjadi masalah bagi manusia untuk membuat kingdom baru. Jadi, manusia dimasukan kedalam kingdom animalia sebagai makhluk Chordata (bertulang Belakang), Mamalia (Melahrikan) dan seterusnya.
       
      Han Spemman, ilmuan asal Jerman, mengemukakan fakta bahwa tulang ekor pada manusia pada hakekatnya sama seperti tulang ekor pada binatang. Paradigma tersebut adalah salah satu dari sekian landasan teori bagi ilmuan untuk mengelompokkan manusia ke dalam kingdom animalia atau binatang.

      Meskipun manusia masuk ke dalam kingdom animalia. Namun, manusia diklaim sebagai hewan yang paling sempurna diantara semua makhluk yang berstatus animalia.

      Untuk itu, demi menjaga kehormatan manusia, alangkah baiknya kita tidak berlaku seperti hewan lainnya. Yang tidak memiliki etika dan logika dalam bertindak.

      Taenia saginata, Cacing Pita yang Bersarang pada Daging Sapi

      April 11, 2018 Add Comment
      Taenia saginata adalah cacing pita yang memiliki status parasit karna mampu menginfeksi dan bersarang pada usus halus manusia. Namun, cacing pita Taenia saginata lebih memilih sapi untuk dijadikan inang.
      Taenia saginata adalah cacing pita yang memiliki status parasit karna mampu menginfeksi dan bersarang pada usus halus manusia. Namun, cacing pita Taenia saginata lebih memilih sapi untuk dijadikan inang.

      Dengan kata lain manusia adalah hospes definitif dari cacing Taenia saginata sedangkan hospes intermediernya adalah sapi. Penyakit akibat infeksi yang disebabkan oleh cacing pita yg genusnya berstatus Taenia, termasuk Taenia saginata dikenal dengan nama Taeniasis.

      Klasifikasi Ilmiah

      Kingdom Animalia
      Filum Platyhelminthes
      Kelas cestoda
      Ordo Cyclophylidea
      Family Taeniidae
      Genus Taenia
      Spesies Taenia saginata

      Morfologi 

      Cacing pita Taenia saginata dapat memiliki panjang mencapai 25 m., namun biasanya panjangnya hanya berkisar 5 - 10 meter. Tubuh keseluruhan cacing ini hanya mencakup skoleks, leher dan strobila.

      Bagian skoleksnya berbentuk rhomboid dan memiliki empat batil isap tanpa kail atau kait-kait. Bagian strobila terdiri atas 1000-2000 segmen yang disebut proglotid, terdiri dari proglotid muda, proglotid matur, dan proglotid grafik.

      Setiap proglotid memiliki sitem reproduksi laki-laki dan perempuan sehingga mampu berkembang biak dengan cara fertilasi diri. Tiap proglotid berukuran 16 - 20 mm x 5 -7 mm dengan cabang uterus berjumlah 15 – 20 buah yang tiap sisinya mengandung 80.000 – 10.000 telur. Proglotid ini juga mampu bergerak dalam tinja ketika specimen dikirim tanpa pengawet.

      Telurnya berwarna coklat tengguli berukuran 31-43 μ yang dilapisi oleh dinding yang tebal bergaris radier yang berisi embrio berkait enam (onkosfer).

      Daur Hidup

      Dalam usus manusia yang terinfeksi Taenia saginata terjadi proses reproduksi cacing pada proglotid yang menghasilkan embrio. Telur keluar bersama dengan fases atau tinja manusia. Apabila fases yang mengandung telur cacing termakan oleh sapi dan sampai ke usus, embrio akan berkembang menjadi larva onkosfer yang selanjutnya menetas dalam duodendum.
      Dalam usus manusia yang terinfeksi Taenia saginata terjadi proses reproduksi cacing pada proglotid yang menghasilkan embrio. Telur keluar bersama dengan fases atau tinja manusia. Apabila fases yang mengandung telur cacing termakan oleh sapi dan sampai ke usus, embrio akan berkembang menjadi larva onkosfer yang selanjutnya menetas dalam duodendum.

      Selanjutnya larva onkosfer melakukan penetrasi atau menembus dinding usus hingga terbawa aliran darah difiltrasi keluar otot lurik dan akhirnya berubah menjadi kista atau Cysticercusbovis (larva cacing sesungguhnya). Larva terus berkembang hingga membentuk cysticercus (sirtiserkus), yang apabila termakan oleh manusia dan sampai di usus halus akan terus berkembang hingga menjadi Taenia saginata dewasa.

      Diagnosa Infeksi

      Untuk mengetahui apakah seseorang terkena infeksi Taenia saginata atau tidak dapat diketahui dengan cara menganalisis tinja. Apabila tinja mengandung proglotid maka dapat dipastikan orang tersebut terinfeksi cacing Taenia.

      Pencegahan dan Pengobatan

      Pencegahan agar terhindar dari infeksi atau agar tidak menular, antara lain :
      1. Mengelola limbah tinja dengan cara sistem jamban bersama agar tinja tidak dimakan oleh hewan ternak, terutama sapi dan tidak mencemari tanah atau rumput,
      2. Melakukan pemeriksaan daging oleh dokter hewan atau mantra hewan di RPH (Rumah Pemotongan Hewan), sehingga daging yang mengandung kista tidak sampai dikonsumsi oleh masyarakat (kerjasama lintas sector dengan dinas peternakan),
      3. Menghilangkan kebiasaan memakan daging setengah matang atau mentah,
      4. Berhati-hati dalam memilih daging, dan
      5. Memasak daging sampai matang (di atas 60 C dalam waktu cukup lama).
      Untuk pengobatan bisa dilakukan dengan mengeluarkan skoleks pada usus halus manusia yang terinfeksi. Pengobatan lanjutan akan lebih efektif jika melakukan konsultasi dengan dokter ahli.

      Hubungan Taksonomi dengan Alat Ekskresi

      April 08, 2018 Add Comment
      Oke yang akan kita bahas kali ini adalah hubungan taksonomi hewan dengan alat ekskresi. Hmm kira-kira diantara kedua hal tersebut ada tidak ya hubungannya. Yuk, kita pecahkan soal ini.
      Hayoh, ngerjain PR yah? Wkwkw. Oke yang akan kita bahas kali ini adalah hubungan taksonomi hewan dengan alat ekskresi. Hmm kira-kira diantara kedua hal tersebut ada tidak ya hubungannya. Yuk, kita pecahkan soal ini.

      Pertama-tama kita bahas seputar taksonomi terlebih dahulu. Dalam biologi, taksonomi merupakan suatu ilmu yang membahas seputar pengelompokan makhluk hidup berdasarkan anatominya agar mudah untuk dipelajari.

      Di kelas X kita pernah belajar yang namanya biodiversitas atau keaneka ragaman hayati, disitu kita dikenalkan akan banyaknya jenis makhluk hidup yang hidup di bumi, khusunya di Indonesia kita tercinta ini. Namun dari semua mekluk hidup itu, terdapat beberapa persamaan dan perbedaan, entah itu kingdom (kerajaan)nya, filumnya, kelasnya, ordonya atau bahkan keluarganya.

      Dengan ilmu taksonomi, kemudian makhluk hidup tersebut dikelompokan berdasarkan persamaan-persamaan anatominya yang selanjutnya dipecah lagi dan dijadikan sub-sub kelompok supaya mudah untuk dipelajari oleh setiap orang yang ada di dunia ini.

      Misalnya saja kingdom Plantae yang terdiri dari beragam tubuhan, Animalia yang terdiri dari beragam hewan, dan lain-lain. Oke disini kita tekankan pembahasan pada hewan ya.

      Kita ambil contoh dari hewan vertebrata (bertulang belakang) agar mudah dipahami. Hewan vertebrata terbagi atas lima kelas yaitu Pisces (ikan), Amfibi, Reptilia (melata/reptil), aves (burung) dan yang paling keren adalah mamalia (menyusui). Ok kita ambil dua kelas saja untuk dianalisis perbedaanya.

      Misalkan saja pisces (ikan) dengan Mamalia (menyusui). Pisces terdiri dari berbagai jenis ikan, seperti ikan bandeng, ikan cupang dan masih banyak lagi. Sedangkan Mamalia (menyusui) terdiri dari berbagai hewan yang (hmm mudahnya) perkembangbiakannya dengan cara melahirkan.

      Oke, kedua perbedaan ini dibuat berdasarkan ilmu Taksonomi. Nah disini tentunya sudah dapat kita simpulkan dong.
      Tapi min itu berdasarkan cara melahrikan, bernafas dan habitat bukan berdasarkan alat ekskresi!!!!

      Hmm begitu ya.. coba sekarang mimin tanyakan sama kamu, apakah sistem ekskresi pada hewan pisces (ikan) sama dengan hewan mamalia (melahirkan)?? Pasti jawabannya, tidak. Beda jauh malahan.

      Atau, agar lebih signifikan kita bandingkan alat ekskresi kamu (manusia) dengan alat eksresi hewan Insecta (Serangga), perbedaan ini juga berdasarkan ilmu taksonomi.

      So bagaimana? Semoga kalian memaca semuanyanya, tidak langsung membaca bagian akhir supaya mengetahui latar belakangnya.
      Walah kok berbelit gini min?

      Hehehe oke mungkin sekian dulu, jadi kesimpulannya antara alat ekskresi dengan taksonomi hewan memiliki hubungan yang sangat erat. Kesimpulannya lanjutan bisa kamu buat sendiri, selamat belajar.

      Seberapa Panjang Rambut Kita Dapat Tumbuh ?

      February 10, 2018 Add Comment
      Ilustrasi : Memanjangkan Rambut
      Pernah nggak sih kamu punya niatan buat manjangin rambut biar bisa mecahir rekor "Rambut Terpanjang di Dunia". Eh tapi, pas rambut udah panjang susah banget buat tumbuh dan akhirnya dipotong sama guru di sekolah, hahah. Oke, yang menjadi isu kali ini adalah sebarapa panjang sih rambut kita ini dapat tumbuh ? penasaran ? yuk simak.

      Rambut merupakan organ yang tumbuh pada kulit manusia maupun hewan ( terutama mamalia ). Rambut dalam tempat tumbuhnya juga dibedakan menjadi bermacam-macam, antara lain rambut ketiak, rambut kepala, rambut kemaluan, dan lain sebagainya.
      Baca Juga : Dua Teori Pembentukan Alam Semesta
      Pertumbuhan rambut pada manusia disebabkan dan dipengaruhi oleh hormon testosteron. Testosteron adalah hormon steroid (senyawa organik lemak sterol tidak terhidrolisis yang dapat dihasil reaksi penurunan dari terpena atau skualena) dari kelompok androgen (hormon steroid yang merangsang atau mengontrol perkembangan serta pemeliharaan karakteristik laki-laki vertebrata dengan mengikat reseptor androgen yang juga merupakan pendukung aktivitas organ seks pria dan pertumbuhan karakteristik seks sekunder laki-laki ), jika ingin mengenal lebih jauh tentang “steroid” dan “androgen” bisa kamu cari sumber refrensi berupa buku atau sumber terpercaya lainnya. Selain membentuk rambut kepala hormon testosteron juga membentuk rambut pada bagian tubuh lainnya seperti kumis, jenggot, rambut ketiak, dan lain sebagainya.
      Bagaimana hormon ini bekerja ? 
      Kisah singkatnya Testosteron diproduksi oleh sel-sel khusus dalam testis laki-laki dan indung telur perempuan,setelah Testosteron terbentuk secara sempurna, lalu mereka mulai berjalan-jalan di sekitar tubuh mencari situs reseptor, Testosteron menuju ke daerah folikel rambut jika sudah sampai di sana Testosteron kemudian akan mengikat reseptor androgen lalu memulai ekspresi gen yang dirubah. kemudian membantu atau merusak folikel rambut (struktur kulit di mana rambut akan tumbuh) kita.

      Nah sampai sini kita sudah mendapat banyak pengetahuan mengenai kisah kelam rambut pada manusia, tapi kita masih belum mendapat jawaban apakah panjang rambut kita bisa mencapai bermeter-meter seperti rapunzel ? Seperti halnya kehidupan, rambut juga memiliki siklus pertumbuhan siklus ini terbagi atas 3 fase, antara lain :
      1. Fase anagen ( masa pertumbuhan )
      2. Pada masa ini rambut sedang berlomba-lomba untuk menjadi helai rambut yang paling panjang. Normalnya sekitar 80%-85% rambut yang terdapat pada tubuh kita berada pada fase ini, dan normalnya juga fase ini berlangsung selama kurang lebih 3-8 tahun lamanya.
      3. Fase catagen ( masa transisi )
      4. Pada masa ini rambut sudah berhenti untuk tumbuh. Normalnya fase ini berlangsung kurang lebih 2-3 minggu.
      5. Fase ( fase lelah )
      6. Pada masa ini rambut sudah lelah untuk bekerja dan mulai merontokan dirinya. Fase ini terjadi pada waktu tertentu dan terjadi secara serentak, tapi tenang jika testosteron kita masih dibilang normal maka rambut pada tubuh kita akan mamulai pada fase anagen lagi. Sekitar 10%-15% rambut kita terjadi pada fase ini.

      Jika normalnya rambut kita mengalami pertumbuhan sekitar 0,5 inci atau kurang lebih 12,7cm setiap bulannya. Maka, untuk mencapai 2 m saja kemungkinan susah.

      Namun begitu kita pernah melihat orang yang memiliki rambut seperti rapunzel di berbagai acara televisi bukan? besar kemungkinan orang tersebut mengalami kelebihan hormon testosteron. Namun jika kamu ingin mencoba memanjangkan rambut, silahkan saja. Siapa tahu nanti kamu bisa memecahkan rekor dunia dengan orang yang memiliki rambut terpanjang di dunia, dan akhirnya masuk tv deh.
      Baca Juga : Perbedaan dan Pengertian Vaksin dan Serum
      Oh iya sedikit informasi tambahan, sebenarnya laju pertumbuhan rambut pada laki-laki maupun perempuan hampir sama, tidak ada bedanya. Tetapi, mengapa wanita dominan memiliki rambut panjang? karena sejak kecil mayoritas perempuan tidak pernah memotong rambut mereka, jadi yah wajar saja.Tapi, para laki-laki juga bisa mempunyai rambut sepanjang para perempuan loh, itu sih jika tidak terkena razia dari guru di sekolahan, hahah.

      Oh iya lagi nih, folikel rambut pada tubuh kita diibaratkan tabung kecil tepat keluarnya rambut pada tubuh, namun bukan berarti zat-zat lainnya yang berasal dari luar tubuh tidak bisa masuk ke dalam tubuh kita melalui folikel rambut. Jadi kebersihan diri sangatlah penting agar kita tidak mudah sakit, dan kurangilah untuk menggunakan bahan kimia karna secara tidak langsung dapat merusak sel-sel pada tubuh kita.

      Kenapa Ada Daun yang Tidak Berwarna Hijau ?

      February 10, 2018 Add Comment
      Ilustrasi :Pohon berwarna merah atau kuning (tidak hijau)
      Sebagian besar tanaman memiliki daun yang berwana hijau standar. Meski begitu tak jarang pula terdapat daun yang memiliki warna selain hijau antara lain tanaman Keladi bintang merah dan sri rejeki yang memiliki daun berwarna merah, tanaman pangkas legistrum yang memiliki daun berwarna kuning dan tanaman lainnya yang memiliki daun selain hijau.

      Dengan begitu timbul suatu pertanyaan yang berbunyi “mengapa ada daun yang tidak berwarna hijau?”. sebelum kita bahas lebih lanjut alangkah baiknya kita mengetahui dahulu apa yang menyebabkan daun pada umunya memiliki warna hijau. Setiap makhluk hidup tersusun atas kumpulan-kumpulan sel. Sel adalah unit terkecil penyusun seluruh makhluk hidup. Jika kita mendirikan sebuah bangunan, sel diibaratkan sebutir debu yang terdapat pada pasir yang kita gunakan untuk membangun bangunan yang kita harapkan.
      Baca Juga: Seberapa Panjang Rambu Kita Dapat Tumbuh ?
      Dalam tumbuhan terdapat sel yang bernama kloroplas. Kloroplas merupakan salah satu bentuk plastid. Plastid adalah organel yang terbungkus oleh dua lapis membran dan mengandung pigmen yang sebagian besar merupakan klorofil atau zat hijau daun. Klorofil adalah zat hijau daun yang berperan penting dalam proses fotosintesis.

      Jadi itu mengapa mayoritas tumbuh-tumbuhan memiliki daun yang berwarna hijau. Tapi mengapa ada tumbuhan yang memiliki daun yang berwarna bukan hijau?

      Sel pada makhluk hidup juga memiliki struktur penyusun yang disebut organel sel. Pada sel tumbuhan terdapat organel sel yang bernama plastida. Pada sel tubuhan plastida terdiri dari 3 macam, antara lain Kromoplas, Leukoplas dan Kloroplas. Yang menyebabkan ada tumbuhan yang daunnya tidak berwarna hijau adalah pigmen kromoplas pada daun.
      Baca Juga : Dua Manfaat Babi
      Kromoplas, adalah plastida yang menghasilkan warna non fotosintesis yaitu warna kuning, jingga, merah dan lain sebagainya. Pada tumbuhan, umumnya pigmen Kromoplas ini terdapat pada buah, biji ataupun bunga yang dihasilkan oleh tumbuhan itu.

      Meskipun begitu tak jarang pula ada tumbuhan yang memendam pegmen ini pada bagian daun. Kromoplas juga dibeadakan menjadi 6 macam berdasarkan warna yang dihasilkan, antara lain :
      • Karotin     : Berwarna merah-jingga, misalnya pada wortel
      • Xantofil    : Berwarna kuning pada daun yang tua
      • Fikosantin : Berwarna coklat pada ganggang Phaeophyta
      • Fikosianin : Berwarna biru pada ganggang cyanophyta
      • Fikoeritrin : Berwarna merah pada sri rejeki
      • Antosianin : Berwarna warna merah-ungu sampai kuning pada bunga
      Warna daun pada tumbuhan juga dapat berubah oleh pengaruh derajat keasaman (pH) pada lingkungan sekitar. Semakin rendah tingkat phHnya (asam) maka, akan muncul warna merah, sebaliknya semakin tinggi tingkat pHnya (basa) maka, akan muncul warna biru pada daun.

      Kenapa Golongan Darah Berbeda-beda?

      January 30, 2018 Add Comment
      Macam atau Jenis Golong Darah
      Pernah nggak sih kepikiran kenapa ada istilah golongan darah dan kenapa juga sih golongan darah kita ini berbeda-beda? padahal secara garis besar warnanya sama "merah". Nah, Kali ini Author akan menjawab pertanyaan seputar perbedaan golongan darah. Sebelum, mengulas lebih jauh, alangkah baiknya kita mengetahui apa sih darah itu? Darah adalah sebuah jaringan ikat yang memiliki peran penting menjaga keseimbangan tubuh.

      Selain berfungsi sebagai wahana transportasi O2 (oksigen), CO2 (karbon dioksida), darah juga berperan sebagai jaringan pengikat antara jaringan yang satu dengan jaringan yang lainnya, dimana darah berperan penting sebagai alat stabilitas atau keseimbangan tubuh manusia.

      Sebelum abad ke-20 manusia beranggapan bahwa setiap darah yang dimiliki oleh manusia itu sama. Akibatnya, banyak orang yang meninggal akibat transfusi darah yang tidak sesuai. Kemudian, pada tahun 1900, Karl Landsteiner, seorang ahli imunologi dan patologi bersama dengan temannya mencoba mengulas permasalahan tersebut dan melakukan riset dengan hasil penggolongan darah pada manusia dengan menggolongkan darah menjadi 4 macam yaitu A,B,AB dan O.

      Penggolongan darah tersebut, didasarkan pada keberadaan zat aglunitin (zat anti) yang terdapat di dalam eritrosit (sel darah merah), tepatnya di dalam serum darah yang dapat mempengaruhi proses aglutinasi dan adanya aglutinogen (anti gen) yang berfungsi sebagai anti gen dalam darah. Aglutinin adalah zat antibodi yang akan menggumpalkan zat asing berupa racun, virus bahkan antigen asing (darah pendonor) yang ditermima oleh penerima darah.

      Antibody atau sistem imun tersebut, akan mengscan atau membaca antigen yang ada di darah kita. Jika antibody menemukan sel darah yang memiliki sifat berbeda dengan sel darah asli kita, maka antibody akan menganggap objek tersebut sebagai objek berbahaya dan akan melawannya.

      Akibatnya, terjadi penggumpalan eritrosit (sel darah merah) dari pendonor di dalam pembuluh darah penerima (resipien). Yang nantinya akan berakibat fatal bagi tubuh si resipen (penerima). Jika terjadi penggumpalan melebihi ambang batas dapat menyebabkan kematian. Intinya, di dalam setiap tetes darah, terdapat sebuah sistem keamanan yang dijaga ketat oleh bodyguard yang siap menghancurkan orang asing yang dianggap sebagai penyusup.

      Sebenarnya golongan darah bukan hanya ABO. Penggolongan darah pada manusia juga dipengaruhi oleh system Rh (Sistem Rhesus) yaitu dengan memperhatikan ada atau tidaknya aglutinogen Rhesus dalam eritrosit. Individu yang eritrosit mengandung aglutinogen Rhesus dikelompokan kedalam Rh+. Begitu pula sebaliknya, individu yang eritrosit tidak mengandung aglutinogen Rhesus dikelompokan kedalam Rh .

      Dengan adanya penggolongan darah dengan berdasar pada system Rheusus , golongan darah yang semula dikelompokan menjadi empat macam (A,B,AB,O). Dibagi lagi, sehingga golongan darah pada manusia menjadi 8 macam golongan, yaitu A+,A-,B+B-,AB-,AB+,O+ dan O-.

      "Lah Kenapa, sih?"

      Perbedaan Rhesus ini juga dapat mempengaruhi kegiatan transfusi, sama seperti system golongan darah ABO. Darah yang memiliki Rhesus negatif (-) tidak bisa menerima darah yang memiliki Rhesus Positif (+), begitu pula sebaliknya.

      Jadi kesimpulannya golongan darah pada manusia dibedakan berdasar aglunitin (zat anti) yang apabila terdapat zat asing. Dengan sigap Zat Anti tersebut, akan menghancurkan zat asing yang masuk ke dalam darah, sehingga terjadi penggumpalan di dalam darah.

      Nah, dengan begitu jawaban "Kenapa Golongan Darah Berbeda?" sudah terjawab. Dengan jawaban, "Tujuan dari mengelompokan darah menjadi beberapa jenis dimaksudkan untuk memberikan identitas kepada darah suatu individu dan apabila terjadi penyelewengan identitas darah yang diterima oleh si penerima donor, akan menyebabkan kerusakan pada sistem peredaran darah".

      Sekian artikel mengenai perbedaan golongan darah pada manusia semoga dapat menambah wawasan sobat In Life.

      Materi Ruang Lingkup Biologi

      January 08, 2018 Add Comment
      Materi : Ruang Lingkup Biologi
      Biologi bersal dari kata bios yang berarti hidup dan logos yang berarti pengetahuan. Biologi adalah Ilmu yang merupakan salah satu cabang ilmu pengetahuan alam yang mengkaji segala sesuatu tentang makhluk hidup dan kehidupannya ini. Ciri-ciri ilmu biologi sebagai ilmu salah satu ilmu pengetahuan adalah ilmu biologi mengkaji berbagai persoalan yang berkaitan dengan tingkat organisasi kehidupan mulai dari yang terkecil hingga yang kompleks dengan urutan mulai dari molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, organisme, populasi, komunitas, ekosistem, bioma dan terakhir adalah biosfer. dari definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup biologi meluputi seluruh makhluk hidup yang ada di muka bumi.

      Objek kajian biologi

      biologi adalah ilmu yang mengkaji semua persoalan seputar makhluk hidup, pada mulanya makhluk hidup diklasifikasikan menjadi 3 kingdom atau kerajaan yaitu Plantae (tumbuhan), Animalia (hewan) dan Protista (organisme bersel satu atau peralihan antara tumbuhan dengan hewan). Kemudian withaker (seorang ekolog tanaman berkebangsaan America Serikat) mengelompokan makhluk hidup menjadi 5 kingdom atau kerajaan yaitu Plantae (tanaman), Animalia (hewan), Protista (organisme bersel satu), Monera (organisme bersel satu yang belum mempunyai selaput inti sel) dan fungi (jamur). Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengelompokan objek biologi terbagi menjadi 6 kingdom (kerajaan) yaitu Plantae (tanaman), Animalia (hewan), Protista (organisme bersel satu), fungi (jamur), Eubacteria dan Archaebacteria.

      Cabang-cabang ilmu biologi

      Biologi adalah ilmu pengetahuan yang sangat luas karna membahas seputar makhluk hidup, saking luasanya ilmu biologi terurai menjadi cabang-cabang ilmu yang lebih spesifik. Berikut cabang-cabang ilmu biologi beserta objek kajian yang dipelajari.
      1. Anatomi : ilmu yang mempelajari struktur tubuh bagian dalam
      2. Morfologi : ilmu yang mempelajari struktur tubuh bagian luar
      3. Botani : ilmu yang mempelajari seputar tumbuhan
      4. Soologi : ilmu yang mempelajari seputar hewan
      5. Ekologi : ilmu yang mempelajari interaksi antara makhluk hidup dengan lingkungannya
      6. Etologi : ilmu yang mempelajari tingkah laku hewan pada saat kawin
      7. Genetika : ilmu yang mempelajari keturunan genetik tau sifat
      8. Fisiologi : ilmu yang mempelajari proses yang terjadi pada makhluk hidup
      9. Evolusi : ilmu yang mempelajari perkembangan struktur tubuh makhluk hidup secara sederhana sehingga memunculkan spesies baru
      10. Histologi : ilmu yang mempelajari jaringan
      11. Mitologi : ilmu yang mempelajari tentang jamur
      12. Virology : ilmu yang mempelajari tentang virus
      13. Sitologi : ilmu yang mempelajari sel
      14. Bioteknologi : ilmu yang mempelajari penerapan teknik biologi dalam kehidupan (mengubah bahan yang kurang bermanfaat menjadi lebih bermanfaat) dan masih banyak cabang biologi yang lainnya.

      Manfaat dan Bahaya Mempelajari Ilmu Biologi

      January 08, 2018 Add Comment
      Materi Manfaat dan Bahaya Biologi
      Seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan diharapkan mampu memberikan manfaat bagi kehidupan manusia, sehingga tercipta peradaban yang lebih baik. Disatu sisi ilmu Biologi memiliki manfaat yang banyak sekali bagi kehidupan, Namun disisi lain tak sedikit pula bahaya yang dapat timbul akibat penyalahgunaan ilmu Biologi.

      Sampai saat ini banyak sekali manfaat yang telah dihasilkan oleh ilmu biologi. Baik itu manfaat di bidang pertanian, kedokteran, ekonomi, kesehatan dan masih banyak lagi. Meskipun begitu perkembangan ilmu biologi terkadang mengandung unsur negaif yang dapat menimbulkan bahaya bagi lingkungan alam dan manusia. untuk lebih jelas mengenai manfaat dan bahaya dari ilmu biologi, mari simak ulasan berikut.

      Manfaat Mempelajari Biologi

      Pada dasarnya manfaat mempelajari biologi adalah memberikan pemahaman lebih mendalam kepada seorang individu sebagai dasar untuk meningkatkan pola pikir. Selain itu menfaat mempelajari biologi juga dapat menambah wawasan terhadap berbagai sumber daya hayati yang berguna untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.

      Biologi juga memiliki banyak manfaat dalam riset ilmiah yang mampu menghasil kan berbagai manfaat lainnya dalam segala bidang. Seorang yang mempelajari ilmu biologi akan bertindak lebih bijak dari orang yang tidak mempelajari ilmu biologi dalam menghadapi permasalahan kehidupan. Contohnya, seorang yang memiliki pengetahuan mendalam di bidang bioteknologi dapat menjalankan suatu bisnis dengan menggunakan sumber daya hayati yang melimpah dan tidak pernah dilirik oleh orang awam.

      Bahaya Mempelajari biologi 

      Selain bermanfaat, mendalami ilmu biologi juga memiliki bahaya yang terbilang mengerikan. Salah satu kerugian yang sering dilakukan dalam kegiatan penggunaan ilmu biologi saat ini adalah ketidak seimbangan ekosistem. Misalnyanya, ilmu biologi dalam teknik rekayasa genetika dapat menghasilkan bibit-bibit unggul yang bermanfaat dalam bidang pertanian, namun jika disalah gunakan oleh orang jahat yang tidak bertanggung jawab, teknik rekayasa genetika yang dapat menciptakan bibit unggul justru malah bibit yang membahayakan bagi kehidupan.

      Selain itu kerugian dari perkembangan ilmu biologi adalah pembuatan senjata biologis yang digunakan untuk kejahatan orang-orang jahat yang tidak bertanggung jawab. Misalnya, virus HIV (Human Immuodeficiency Virus) yang dicemarkan di suatu wilayah sehingga menyebabkan penduduk sekitar menderita penyakit HIV atau AIDS.

      Untuk menghindari penyelewengan atau penyalahgunaan hasil perkembangan ilmu biologi, diciptakanlah aturan yang disebut bioetika. Apa itu bioetika ? bioetika adalah penerapan etika dalam ilmu-ilmu biologis,obat,pemeliharaan kesehatran dan bidang terkait. Maksudnya para ilmuan harus melihat aturan etika baku dalam melakukan kajian biologi sehingga tidak terjadi penyalahgunaan ilmu pengetahuan dan teknologi khusunya di bidang kajian biologi.

      Jadi kesimulanya biologi memiliki banyak peranan bagi kehidupan manusia. Sebagai makhluk yang ketergantungan dengan alam, biologi adalah ilmu pokok yang wajib kita pelajari. Sehingga kita lebih bijak dalam menggunakan sumber daya hayati dalam memenuhi kebutuhan hidup sehingga dapat tercipta peradaban yang lebih baik.

      Pengertian dan Perbedaan Antara Vasksin dan Serum

      January 05, 2018 Add Comment
      Ilustrasi : Dokter Sedang Mengambil Vaksin
      Pernahkah Kamu mendengar istilah vaksin (Antibody) dan serum (Antibiotik)? bagi kalian yang suka nangkring di dunia kesehatan pasti nggak asing lagi dengan kedua istilah diatas? Seperti judul yang tertera kali ini Kita akan mengulas "Pengertian dan Perbedaan antara Vaksin (Antibody) dan Serum (Antibiotik)".

      Apa sih pengertian vaksin itu ? Vaksin adalah cairan yang mengandung virus atau bakteri yang sudah dilemahkan yang kemudian dimasukan ke dalam tubuh manusia dengan tujuan membentuk sistem kekebalan tubuh (antibody), antibody inilah yang berperan dalam proses mencegah bakteri atau virus masuk kedalam tubuh dengan cara melawannya yang berguna untuk melawan infeksi dimasa mendatang.

      Vaksin dibuat dengan cara melumpuhkan virus dengan konsentrasi tertentu dan kemudian disuntikan kedalam tubuh seseorang sehingga dapat mengaktifkan system kekebalan tubuh yang nantinya memberikan respon terhadap vaksin tersebut untuk membunuh virus atau bakateri yang terkandung dalam vaksin yang disuntikan tersebut.

      Lalu apa sih pengertian serum? Serum adalah cairan mengandung antibody terhadap suatu virus atau bakteri yang nantinya antibody inilah yang akan berperan melawan atau membasmi virus atau bakteri yang bersarang di dalam tubuh sesorang.

      Serum biasanya digunakan pada orang yang tidak atau belum memiliki antibody tertentu yang dapat melawan virus atau bakteri tertentu pula, misalkan virus A yang hanya dapat dimusnahkan oleh antibody A, masuk kedalam tubuh si A , sedangkan si A belum memiliki antibody A dan akhirnya virus A tersebut menginfeksi, sehingga si A jatuh sakit, maka untuk menyembuhkan si A disuntikan Serum A, supaya virus A yang bersarang di dalam tubuh si A dapat musnah.

      Pembuatan serum dilakukan dengan cara memasukan vaksin tertentu kedalam tubuh suatu organisme, dengan tujuan menguji antibody yang dimiliki oleh organisme tersebut dan setelah terbukti bahwa organisme tersebut kebal terhadap vaksin yang telah disuntikan, maka dilakukan pengambilan darah melalui vena leher (vena jugularis). Kemudian dipisahkan antara plasma dengan sel-sel darah merah dan protein yang terkandung dalam darah tersebut dan nantinya plasma akan dimurnikan menjadi serum.

      Dari pernyataan diatas, dapat disimpulkan bahwa vaksin diberikan kepada orang yang belum memiliki antobodi yang kuat, Sedangkan serum diberikan kepada orang yang sedang melawan infeksi terhadap virus atau bakteri sebagai pembantu proses penyembuhan. Nah, sudah tahu kan sekarang perbedaan vaksin dan serum? Berikut adalah artikel mengenai perbedaan vaksin dan serum.

      Pengertian, Tingkatan, Ciri dan Contoh Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas)

      January 05, 2018 Add Comment
      Materi Keanekaragaman Hayati (Biologi).
      Apa sih Keanekaragaman Hayati itu? Keanekaragaman hayati atau biodiversitas adalah keanekaragaman organisme atau makhluk hidup yang menunjukan keseluruhan pada veriasi gen, jenis dan ekositem pada suatu wilayah. Menurut UU Nomor 5 Tahun 1994, Keanekaragaman hayati adalah atau biodiversitas merupakan keanekaragaman yang ada diantara makhluk hidup yang ada di semua wilayah daratan, lautan, dan perairan atau akuatik serta komplek ekologi yang termasuk dari keanekaragaman yang meliputi keanekaragaman dalam spesies, antara spesies dengan ekosistem.

      Menurut kedua definisi diatas dapat disimpulkan bahwa keanekaragaman hayati mencakup berbagai perbedaan atau variasi berdasar pada bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat-sifat yang terlihat pada berbagai tingkatan, baik tingkatan gen, tingkatan spesies maupun tingkatan ekosistem.

      Tingginya tingkat keanekaragaman hayati yang ada di bumi kita ini, mendorong para ilmuan untuk mencari cara supaya keanekaragaman hayati bisa dengan mudah dipelajari oleh khalayak umum, yaitu dengan cara mengklasifikasikannya. Yang kemudian, para ahli mengkasifikasikan keanekaragaman hayati menjadi tiga tingkatan, meliputi keanekaragaman gen, keanekaragaman jenis dan keanekaragaman ekosistem. Untuk memahami lebih lanjut mengenai tiga tingkatan keanekaragaman hayati, mari simak ulasan berikut.

      1. Keanekaragaman Gen

        Keanekaragaman Gen, Perbedaan Mangga Manalagi dengan Mangga Arum manis
        Gen atau plasma nutfah adalah subtansi kimia yang dapat memperngaruhi sfat keturunan yang terdapat di dalam kromosom. Setiap susunan yang dihasilkan oleh gen akan mempengaruhi anatomi atau fiologi setiap organisme atau makhluk hidup.

        Walaupun seluruh organisme memiliki kerangka dasar gen yang sama, akan tetapi komposisi dan jumlah faktor dalam kerangka gen tiap organisme bisa berbeda-beda. Nah dari perbedaan inilah menyebabkan terjadinya keanekaragaman gen. 

        Selain itu, jika terjadi perkawinan silang antar individu yang karakternya berbeda maka akan menghasilkan keturunan yang semakin banyak variasinya. Hal tesebut dapat membuat keanekaragaman hayati menjadi semakin tinggi.

        Namun, faktor yang menyebabkan terjadinya keanekaragaman hayati tiap organisme tidak hanya berdasar pada faktor gen saja, melainkan ada faktor lain yang memperngaruhi, yaitu faktor lingkungan. Jika dua individu memiliki struktur dan urutan gen yang sama, bukan berarti memiliki bentuk (fenotipe) yang sama pula. Sebab faktor lingkungan sekitar juga dapat mempengaruhi bentuk tiap organisme atau makhluk hidup.
        Ciri-ciri keanekaragaman genetik :
        • Nama ilmiah sama 
        • Perbedaan morfologi tidak terlalu mencolok 
        • Adanya variasi

        Contoh dari keanekaragaman gen meliputi jenis manga, jenis kelapa, jenis ayam, dan lain-lain. Pada manusia sendiri terdapat keanekaragaman gen yang meliputi perbedaan rambut ( kriting, lurus), kulit ( hitam, putih, kuning), mata (hitam, coklat, biru), dan lain-lain.

      2. Keanekaragaman Jenis

        Kenaekaragaman Jenis, Keluarga Felidae
        Keanekaragaman jenis meliputi keanekaragaman pada flora dan fauna yang memiliki variasi antar spesies pada setiap organisme. Perbedaan antar spesies pada setiap organisme dalam satu keluarga (family) lebih mudah diamati dari pada perbedaan antar individu pada setiap spesies.
        Ciri-ciri keanekaragaman jenis :
        • Tidak ada variasi
        •  Perbedaan morfologi sangat mencolok 
        • Nama ilmiah berbeda

        Contoh dari keanekaragaman jenis meliputi perbedaan jenis Palmae (kelapa, aren, palem), jenis Fellidae (kucing, harimau, singa), dan lain-lain

      3. Keanekaragaman Ekosistem

        Ekosistem Sawah
        Ekosistem merupakan satu kesatuan atau organisasi yang dibentuk oleh interaksi antara organisme atau makhluk hidup yang satu dengan organisme yang lain dan organisme dengan lingkungannya. Tentunya setiap ekosistem memiliki kondisi lingkungan, tipe vegetasi dan tipe hewan yang lebih spesifik.
        Kondisi tiap lingkungan sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya iklim, tanah, air, udara, suhu, angin, kelembapan, intensitas cahaya, mineral, dan tingkat ph. Karena setiap kondisi lingkungan yang ada di muka bumi ini berbeda akibatnya terdapat variasi jenis organsime yang dapat beradaptasi dengan ekosistemnya dan menyebabkan terjadinya keanekaragaman ekosistem. Contoh dari keanekaragaman ekosistem meliputi ekosistem gurun, ekosistem padang rumput, ekosistem tundra (lumut), ekosistem pinus, ekosistem sungai dan lain-lain.

      Pengertian Sel (Biologi) dan Sejarah Perkembangan Sel

      January 05, 2018 Add Comment
      Bagian-Bagian atau Organela Sel.

      A. Pengertian Sel

      Setiap makhluk hidup yang ada di dunia ini tersusun atas sel baik itu manusia, hewan dan tumbuhan. Sebenarnya apa itu sel ? Sel adalah unit terkecil yang ada pada setiap makhluk hidup. Seperti halnya dengan keluarga merupakan sebuah unit sosial yang paling kecil dalam kelompok masyarakat, tarusan atau bahkan ribuan keluarga membentuk desa, dan kemudian kumpulan dari desa tersebut membentuk kecamatan dan seterusnya membentuk sebuah peradaban. Begitu pula dengan sel, jutaan sel yang ada dalam tubuh kita membentuk sebuah jaringan dan kumpulan dari jaringan tersebut membentuk organ dan seterusnya sehingga tercipta sebuah organisme.

      B. Sejarah Perkembangan Sel

      Penemuan sel dimulai dari pengamatan yang dilakukan oleh Anthony van leeuwnhoek (1632-1723) seorang yang berkerbangsaan belanda. Dia merupakan orang yang pertama kali menemukan mikroskop dan meneliti organisme mikroskopis berupa Protozoa dan Rotifera yang kemudian dinamakan “animaculus” oleh Anthony van leewnhoek.

      Kemudian seorang berkebangsaan Italy, Marcello Malphigi (1628-1694) mengamati sayatan jaringan pada organ-organ tertentu, seperti hati, ginjal, otak, limfa dan paru-paru dengan menggunakan mikroskop. Dari hasil pengamatannya, Marcello Malphigi menyimpulkan bahwa jaringan tersusun atas unit-unit struktual yang ia sebut utricles.

      Kemudian pada abad ke-17 istilah tentang sel mulai tercipta, dimana saat itu seorang pedagang kaca dari Inggris bernama Robert Hooke berhasil merakit mikroskop yang dapat melihat obyek yang sangat kecil. Dengan mikroskop ciptaannya itu Robert Hooke mengamati sebuah sayatan gabus yang sangat kecil. Hasil pengamatan tersebut berupa petak-petak segi empat yang tengahnya kosong. Objek hasil pengamatan dari hooke tersebut dikenal dengan nama cellulae atau sel yang berarti petak atau ruang kecil.

      Sejarah penemuan sel oleh Robert Hooke tersebut menjadi pioner bagi para ahli cabang ilmu biologi untuk mengambangkan teori sel. sehingga muncul teori-teori baru mengenai identitas sel. Kemudian seorang berkebangsaan prancis bernama Rene Dotrochet melaporkan bahwa semua jaringan hewan dan tumbuhan terdiri atas kumpulan sel-sel globular. Kemudian seorang berkebangsaan inggris bernama Robert Brown melaporkan bahwa sel-sel epidermis tumbuhan mengandung suatu struktur yang konstan yang kemudian disebut inti sel atau nukleus. Kemudian beliau mencetuskan sebuah teori bahwa sel hidup selalu terdapat inti sel yang merupakan bahan terpenting yang ada di dalam sel.

      Pada tahun 1838, Jacob schleiden menyatakan bahwa tubuh tumbuhan tersusun atas sel. Dan pada tahun 1839 Theodore Schwann menyatakan bahwa tubuh hewan tersusun atas sel. Kemudian schwann mengemukakan 2 teori mengenai sel. Yaitu, semua organisme terdiri atas sel dan sel merupakan unit kesatuan struktual.

      Pada tahun 1840 Johannes E. Purkinye memperkenalkan istilah protoplasma. Dan selanjutnya pada tahun 1861, W. Schultze mengemukakan bahwa protoplasma merupakan dasar fisik dari kehidupan (kesatuan fungsional). Kemudian kurang lebih 10 tahun setelah kedua teori yang dikemukakan oleh Schwann, Rudholf Vircow mengemukakan teori yang ketiga yaitu semua sel berasal dari sel yang terlah ada sebelumnya (omnis cellula e cellulae).

      Dan kemudian felix dujardin menyatakan bahwa ada cairan sel yang terdapat di memebran sel dan pada akhirnya waston dan crick menemukan struktur DNA di dalam sel dan mencetuskan teori bahwa sel merupakan kesatuan hereditas. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa ahli tadi dapat disimpulkan bahwa.
      1. Sel merupakan kesatuan atau unit struktual hidup (Jacob schleiden yang kemudian dilanjutkan oleh Theodor Schwann) dimana setiap makhluk hidup terdiri dari sel dan sel adalah unit struktual (material) terkecil pada makhluk hidup.
      2. Sel merupakan Unit Fungsional Makhluk Hidup (Max Schultze)
      3. Sel Merupakan Unit Pertumbuhan Makhluk Hidup (Rudholph Virchow)
      4. Sel Merupakan Unit Hereditas (Penurunan Sifat Genetik) Makhluk hidup, Dengan ditemukannya inti sel oleh Robert Brown dan Protoplasma oleh Felix Durjadin yang kemudian diteliti lebih lanjut oleh Johannes Purkinye. Serta, ditemukannya struktur DNa oleh waston dan crick.

      Demikian uraian mengenai sejarah perkembangan sel dan teori sel menurut para ahli. Di masa yang mendatang mungkin akan ditemukan teori baru lagi mengenai sel, oleh karna itu kamu sebagai calon ilmuan, berusaha lah untuk berkarya sehingga nama kamu tercantum sebagai ahli dibidang pengetahuan sel di masa mendatang.

      Manfaat dan Bahaya Virus bagi Kehidupan

      January 05, 2018 Add Comment
      Ilustrasi : Salah satu bahaya dari infeksi virus yaitu penyakit Demam
      Sebelumnya kita sudah membahas mengenai identifikasi virus, mulai dari pengertian virus, penemuan partikel virus, struktur dan ciri virus. Sekarang yang akan kita bahas adalah manfaat dan bahaya virus bagi kehidupan.

      Secara garis besar virus hanyalah sebuah parasit yang menimbulkan banyak kerugian atau bisa dibilang berbahaya bagi kehidupan. Akan tetapi, semua makhluk yang diciptakan oleh tuhan di dunia ini pasti memiliki kekurangan dan kelebihan sendiri. Oleh karna itu para ahli mencoba memecahkan masalah mengenai peranan virus dalam kehidupan.

      Ternyata selain memiliki dampak buruk bagi kehidupan peran virus juga dapat membawa dampak baik atau positif bagi kehidupan. dan itu semua tergantung bagaimana kita mengelola dan memanfaatkan si Virus ini. Untuk lebih lengkapnya, berikut ulasan mengenai manfaat dan bahaya virus.

      A. Bahaya Virus Bagi Kehidupan

      Seperti yang sudah dijelaskan pada artikel “Pengertian Virus, Sejarah, Struktur dan Ciri-ciri Virus”, virus adalah sebuah parasite mikroskopik yang suka menginfeksi sel inangnya. Dari pernyataan tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa virus merupakan sumber penyakit yang terjangkit pada suatu organisme. Bahaya virus sendiri dapat menjadi sangat mengerikan, apabila virus mampu bermutasi menjadi lebih kuat dari virus induknya. Lebih lengkapnya, silahkan simak ulasan dibawah ini mengenai berbagai macam bahaya yang dapat ditimbulkan dari infeksi virus  :
      1. Kerusakan Sel Inang yang Disebabkan Oleh Infeksi Virus.
        Sebelumnya sudah dijelaskan panjang lebar, bahwa hobi virus adalah menginfeksi sel inangnya, untuk dapat melakukan replikasi. Infeksi yang diakibatkan oleh virus dapat menyebabkan kerusakan sel, sehingga salah satu dari system suatu organisme tidak dapat bekerja secara normal atau bahkan terjadi kerusakan.
      2. Mutasi Dari Virus Induk menjadi Virus yang Lebih Hebat.
        Apa sih mutasi itu ? mutasi berasal dari kata mutare yang berarti berubah. Perkembangbiakan virus dilakukan dengan cara replikasi genom. Dalam proses replikasi virus membutuhkan genom inti dari sang inang untuk dikombinasikan dengan gemon virus yang akan dilipat gandakan. 
        Pada proses replikasi virus RNA tidak melibatkan proses perbaikan kesalahan replikasi, sehingga virus RNA cenderung memiliki kemampuan mutasi lebih tinggi.
        Apabila virus bermutasi dan perlahan berkembang maka virus tersebut akan menghasilkan bibit varietas genetic baru yang mungkin belum bisa ditangani oleh system imunitas (kekebalan tubuh) yang saat ini dimiliki oleh organisme yang terinfeksi virus induk. 
        Sehingga, menyebabkan penyakit baru pada organisme tersebut dan sulit disembuhkan, karena belum ada imunitas yang sesuai untuk membasmi virus yang baru.
      3. Mudahnya Penyebaran Virus dari Satu Organisme ke Organisme yang Lainnya
        Seperti yang sudah diulas sebelumnya virus memiliki ukuran yang sangat kecil yaitu sekitar 20 nm atau 0,2 mili mikron. Sehingga untuk dapat mengamati suatu virus harus dengan menggunakan mikroskop elektron.

        Virus tingkat tinggi, akibat proses revolusi dapat meningkatkan kemampuan untuk menginfeksi banyak jenis organisme. Penyebaran virus dapat melalui udara, air, atau media apapun yang tercemar oleh urin atau fases dari inang yang terinfeksi virus. Penyebaran virus juga dapat melalui hubungan seksual setiap organisme yang salah satunya terinfeksi virus, contohnya adalah virus HIV (AIDS).


      Berikut adalah bahaya-bahay yang dapat disebabkan virus. Jadi intinya virus adalah sebuah parasit yang berukuran sangat kecil. Pada virus tingkat tinggi, proses penyebaran terbilang sangat mudah. Oleh karena itu, kita harus menjaga kebersihan dan tetap waspada terhadap infeksi yang ditimbulkan oleh virus. Meskipun Begitu, jangan berburuk sangka dahulu terhadap peran virus bagi kehidupan, ternyata virus juga membawa dampak baik apabila dapat dimanfaatkan secara benar.

      B. Manfaat Virus bagi Kehidupan

      Selain memiliki bahaya yang mengerikan bagi kehidupan, virus juga memiliki manfaat yang besar juga loh. Menurut penelitian para alhi, peran virus sangat besar dalam konteks obat-obatan. Untuk lebih lanjut berikut manfaat virus bagi kehidupan :
      1. Sebagai Anti Bacterial
        Virus menetapkan berbagai organisme menjadi inangnya, mulai dari lingkup mikrorganisme seperti bakteri dan sampai ke lingkup makrorganisme seperti tanaman, hewan dan manusia. 
        Apabila virus telah menginfeksi sel inangnya dan tidak diobati maka sel inang akan dirusak oleh aktifitas virus. Peran virus sebagai anti bacterial adalah menginfeksi dan menghancurkan bakteri jahat yang merugikan.
      2. Pembuatan Insulin
        Insulin? Kaya pernah denger, apa sih insulin itu? Insulin adalah salah satu hormone yang memiliki peran penting dari system metabolism tubuh. Insulin sendiri diproduksi oleh pankreas. 
        Lalu apa hubungannya dengan peran virus terhadap pembuatan insulin? Apabila virus penyebab kanker dicangkokkan dengan gen-gen penghasil insulin ke bakteri. Maka, bakteri akan berkembang biak dengan cepat dan akan memproduksi insulin dan zat lainnya.
      3. Pembuatan Vaksin
        Pembaca sekalian pasti pernah mendengar istilah vaksin? Apa sih vaksin itu ? Vaksin adalah cairan yang mengandung virus atau bakteri yang sudah dilemahkan yang kemudian dimasukan ke dalam tubuh manusia dengan tujuan membentuk sistem kekebalan tubuh (antibody), antibody inilah yang berperan dalam proses mencegah bakteri atau virus masuk kedalam tubuh dengan cara melawannya yang berguna untuk melawan infeksi dimasa mendatang.

      Berikut adalah ulasan mengenai bahaya dan manfaat virus bagi kehidupan, semoga dapat menambah wawasan pembaca dan selalu memperhatikan kesehatan tubuh. Sekian dan terimakasih.

      Pengertian Virus, Sejarah, Struktur dan Ciri-ciri Virus

      January 05, 2018 Add Comment
      Macam-Macam Virus ditinjau dari Bentuknya 

      Pengertian Virus 

      Pernah mendengar istilah virus (dalam konteks ilmu biologi) ? Sebenarnya virus itu apa sih ? Menurut Wikipedia, Virus adalah parasit Mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Istilah virus sendiri diambil dari Bahasa latin “Virion” yang berarti racun, karena proses reproduksi virus membutuhkan sel inang suatu organisme yang dapat menyebabkan infeksi pada inangnya.

      Fakta lain mengenai virus adalah kemampuan virus untuk dikristalkan tanpa terjadi kerusakan dan hilangnya fungsi biologis virus jika lepas dari sel inang. Hal itu, menyebabkan pertentangan apabila virus berstatus sebagai makhluk hidup, karena tidak adak organisme yang dapat dikristalkan tanpa terjadi kerusakan. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa virus merupakan partikel mikroskopik peralihan antara makhluk hidup dan tidak hidup yang bersifat parasit karna kebiasannya menginfeksi sel inang suatu organisme.

      Sejarah Penemuan Virus

      Penemuan virus pertama kali dilakukan oleh Wendell Meredith Stanley, yang telah berhasil mengkristalkan partikel penyebab penyakit mosaik pada tanaman tembakau pada tahun 1935. Kemudian, pada tahun 1939 G.A. Kausche, E. Pfankuch dan H. Ruska, ilmuan asal jerman yang pertama kali mengvisualisasikan virus mosaik tersebut dengan menggunakan mikroskop elektron.

      Struktur Virus

      Bentuk virus juga bermacam-macam, mulai dari bulat, batang, menyerupai huruf T, dan lain-lain. Akan tetapi mereka memiliki struktur dasar yang sama, antara lain:
      1. Kapsid, yang merupakan lapisan pembungkus inti virus berupa DNA (Deoxiribonucleic acid) atau RNA (Ribonucleic acid), biasanya kapsid memiliki bentuk heliks atau batang. 
      2. Kapsomer, yang merupakan kumpulan dari subunit protein (anaknya prortein) yang bergabung dan membentuk kapsid. 
      3. Struktur Eksternal atau struktur tambahan berupa selubung yang terbentuk dari fosfolipid dan protein sel inang dan protein dan glikoprotein sel virus yang berfungsi untuk menginfeksi sel inang.
      Meskipun Begitu, tidak semua jenis virus memiliki struktur tambahan tersebut.

      Ciri-Ciri Virus

      Virus juga memiliki ciri-ciri khusus yang sangat berbeda dengan mikrorganisme lainnya. Para ilmuan mengidentifikasikan ciri virus, sebagai berikut :
      1. Virus bersifat parasit intraselluler obligat, dengan kata lain virus hanya dapat hidup dan berkembang pada sel hidup suatu organisme. 
      2. Ukuran virus sangat kecil, yaitu sekitar 20 nm atau 0,2 mili mikron. Sehingga untuk dapat mengamati virus harus dengan menggunakan mikroskop electron. 
      3. Struktur virus hanya berupa pertikel yang terdiri atas selubung sebagai asam nukleat dan bahan inti berupa DNA (Deoxiribonucleic acid) atau RNA (Ribonucleic acid). 
      4. Nama virus terdiri dari asam nukleat yang menyusun genomnya (Materi Genetik). 
      5. Virus tidak memiliki organel sel yang penting bagi kehidupan, seperti nucleus, ribosom, dan sebagainya. Akan tetapi, virus memiliki enzim untuk replikasi dan transkipsi dengan melakukan kombinasi dengan enzim inangnya. 
      6. Setiap virus hanya dapat menginfeksi beberapa jenis inang tertentu, yang ditentukan oleh kesesuaian atau kecocokan antara protein bagian luar virus dengan reseptor spesifik pada inangnya. 
      7. Genom virus lebih beragam dari genom konvensional (DNA untai Tunggal).
      Berikut ulasan seputar identifikasi virus, mulai dari definisi atau pengertian virus,sejarah penemuan virus, struktur virus dan ciri-ciri virus. Semoga dapat menambah wawasan Pembaca sekalian.

      Eittss, meskipun virus berarti racun. Akan tetapi, virus tidak sebahaya yang kalian bayangkan loh, baca juga artikel “Manfaat dan Bahaya Virus” guna mengetahui manfaat-manfaat virus.